Tiga Fitur Baru Snapchat Untuk Penyandang Disabilitas

Tiga Fitur Baru di Snapchat Untuk Penyandang Disabilitas
Tiga Fitur Baru di Snapchat Untuk Penyandang Disabilitas

Selular.ID – Snapchat kembali hadir dengan fitur terbaru, kali ini tiga fitur untuk memberikan kemudahan komunikasi bagi penyadang disabilitas.

Menurut Snapchat, menciptakan produk yang memberdayakan orang untuk mengekspresikan diri adalah bagian penting bagi Snapchat.

Berikut adalah beberapa fitur yang kami buat untuk memungkinkan para Snapchatter untuk menampilkan ekspresi diri otentik mereka dengan benar serta menyediakan apa yang ada di dunia digital.

1. Bitmoji dengan Perangkat Bantu Disabilitas
Bitmoji merupakan produk Snap di mana Snapchatter dapat mempersonalisasi avatar atau stiker mereka sendiri untuk berkomunikasi di Snapchat atau aplikasi lain.

Baca Juga:Snapchat Ungguli Twitter dan Facebook Sebagai Medsos Dengan Pendapatan Terbesar

Sekarang, semua orang dapat mendandani avatar mereka dengan stiker yang menampilkan tongkat dan alat bantu dengar dalam beberapa warna atau pose 3D menggunakan kursi roda.

2. Lensa AR untuk Belajar Bahasa Isyarat
Snap meluncurkan ASL Alphabet Lens pada 5 April 2022 dengan menggandeng SignAll. Ini adalah inovasi pertama pada Lensa AR yang memungkinkan 319 juta pengguna Snapchat untuk mulai belajar Bahasa Isyarat Amerika (ASL).

Indonesia sebagai salah satu pengadopsi ASL bisa mulai memanfaatkan lensa ini untuk belajar mandiri menggunakan bahasa isyarat.

3. Mini Show Aplikasi
Snapchat juga memiliki mini-show premium yang dibuat untuk seluler yang ada di Snapchat yang disebut sebagai Shows. Salah satu konten menarik yang tersedia untuk meningkatkan kesadaran tentang disabilitas adalah “Make Way”.

Make Way memiliki banyak episode yang mencakup kisah nyata dari sudut pandang orang-orang nyata tentang bagaimana mereka hidup dengan disabilitas.

Baca Juga:Alasan Snapchat Batasi Rekomendasi Teman Untuk Akun Remaja

Acara-acara ini sangat bagus untuk menunjukkan perwakilan yang lebih beragam dari industri hiburan, serta untuk Milenial dan Gen Z pada umumnya untuk lebih memahami beberapa masalah yang mungkin jarang dibahas dalam konteks disabilitas.