Setelah Indonesia, CK Hutchison Siap Kawinkan 3 Inggris dengan Vodafone

Merger 3 dan Vodafone

Selular.ID – Grup Vodafone dilaporkan tengah mengadakan pembicaraan untuk menggabungkan operasinya di Inggris dengan saingannya 3 Inggris. Upaya ini akan menyatukan operator terbesar ketiga dan keempat di negara itu, sekaligus meningkatkan persaingan dengan EE Grup BT dan Virgin Media O2.

Financial Times (FT) menyampaikan berita tersebut, meskipun mencatat struktur pasti dari apa yang sedang dibahas tidak diungkapkan oleh sumbernya.

Publikasi itu juga melaporkan pada tahun  keduanya telah mengadakan pembicaraan tentang ikatan, tetapi kesepakatan tidak terwujud.

Namun kemungkinan Vodafone mencari kesepakatan menyusul tekanan dari investor aktivis Cevian Capital, yang telah mendorong operator Eropa untuk melakukan hal itu di pasar nasional dan menyederhanakan bisnisnya.

Bahkan jika ada keinginan dari Vodafone dan pemilik 3 Inggris yang berbasis di Hong Kong, CK Hutchison untuk bergabung, potensi ikatan apa pun kemungkinan akan menghadapi pengawasan peraturan yang ketat karena akan mengurangi jumlah pemain seluler utama di negara itu dari empat menjadi tiga.

Baca Juga: Tren Merger Operator Seluler, Mastel: Pemerintah Perlu Bersiap Hadapi Era Industri yang Terkonsolidasi

CEO Vodafone Nick Read sangat vokal tentang perlunya operator mengambil pendekatan proaktif menuju konsolidasi dalam pasar. Langkah merger menjadi opsi strategis, di tengah upaya operator meningkatkan pendapatan khususnya dari layanan data.

Di sisi lain, CK Hutchison belum lama ini sukses menggabungkan unit usahanya di Indonesia dengan Indosat Ooredoo milik Qatar Telecom. Merger kedua operator selular yang rampung pada awal 2022, menghasilkan entitas baru, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Dengan lebih dari 100 juta pelanggan, IOH menjadi operator terbesar kedua di Indonesia, sekaligus menjadi pesaing terberat Telkomsel yang sejak lama menjadi market leader.

Baca Juga: Intip Sepak Terjang Hutchison Asia Telecom, Induk Usaha 3 Indonesia di Tiga Negara

Untuk diketahui, saat ini pasar selular di Inggris didominasi oleh empat pemain, yaitu EE, Virgin Media O2, Three dan Vodafone.

Sedangkan merger terakhir antara operator selular di negara itu terjadi pada 2021. Melibatkan Virgin Media dan Telefonica, yang menciptakan Virgin Media O2.

Namun upaya besar terakhir untuk konsolidasi di pasar berkaitan dengan merger yang diusulkan antara O2 dan Three, diblokir oleh Komisi Eropa dengan alasan persaingan pada 2016.

Baca Juga: Merger Vodafone-Idea Cellular, 5.000 Pekerja Akan Kehilangan Pekerjaan

Meskipun Keputusan komisi itu akhirnya dibatalkan oleh pengadilan Uni Eropa pada tahun 2020, kesepakatan itu tidak pernah dihidupkan kembali.

Baik regulator telekomunikasi (Ofcom) dan otoritas persaingan utama Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), menyatakan penentangan terhadap kesepakatan tersebut.

Sebab hal itu merupakan subyek pengawasan Komisi Eropa didasarkan pada skala bisnis kedua operator di Uni Eropa. Di sisi lain, fakta bahwa penolakan terhadap upaya merger antara O2 dan Three terjadi sebelum Inggris keluar dari blok ekonomi itu (Brexit).

Berbekal pernyataan tersebut, rencana konsolidasi pun digaungkan kembali. Kali ini bukan O2 yang mengambil inisiatif, namun Vodafone Inggris yang berniat merger dengan Three.

Baca Juga: Manuver CK Hutchison Berujung Merger Indosat Ooredoo dan 3 Indonesia