Merger Vodafone-Idea Cellular, 5.000 Pekerja Akan Kehilangan Pekerjaan

Jakarta, Selular.ID – Rencana merger yang selama ini tertunda antara dua operator di India, Vodafone dan Idea Cellular dapat menyebabkan sedikitnya seperempat tenaga kerja gabungan dari kedua operator bakal di PHK.

Menurut harian The Economic Times (ET), penggabungan kedua operator akan menjadikan sekitar 5.000 staf menjadi surplus. Hal itu akan memaksa operator baru hasil penggabungan, segera merampingkan jumlah karyawan menjadi tingkat yang ideal. Saat ini Idea memiliki sekitar 11.000 karyawan. Sedangkan Vodafone India sekitar 10.000.

“Penghematan tersebut harus terjadi dengan cepat. Karena saat ini tekanan margin dalam industri semakin berat akibat tingginya beban utang dan laba yang rendah. Kedua perusahaan tentu tidak ingin memulai operasi baru namun dibebani dengan kelebihan tenaga kerja,” kata seorang sumber kepada ET.

Sumber lain mengatakan jumlahnya pemangkasan bisa melebihi 5.000 pekerja, karena ada duplikasi tingkat tinggi untuk sejumlah pos. Piihan PHK adalah hal yang realistis jika perusahaan ingin tetap survive ditengah kerasnya kompetisi yang membuat revenue dan laba operator terpangkas dalam.

Namun spekulasi tentang PHK terhadap karyawan dengan cepat dibantah. Seorang wakil Vodafone India mengatakan kepada ET bahwa langkah PHK bukan merupakan opsi.

“Ini adalah murni spekulasi dan sama sekali tidak benar ada keputusan yang telah diambil tentang nasib tenaga kerja pasca merger”, sanggahnya.

Terlepas dari isu rasionaliasasi pekerja, penggabungan antara Vodafone dan Idea Cellular, dipastikan akan menciptakan pemimpin pasar baru di India. Saat ini proses merger telah masuk tahap akhir dari proses persetujuan.

Sekretaris Kementerian Telecomunikasi India Aruna Sundararajan mengatakan, bahwa pada akhir Maret lalu pihaknya telah mempercepat proses merger. Kini satu-satunya rintangan tersisa adalah status clearance oleh Badan Investasi Asing dan Departemen Lisensi.

Baik Vodafone Group dan induk usaha Idea, Aditya Birla Group, telah bertekad untuk menyelesaikan transaksi pada paruh pertama tahun ini.