Parag Agrawal Menghitung Hari di Twitter

CCEO Twitter Parag Agrawal
CEO Twitter Parag Agrawal

Selular.ID – Upaya Elon Musk mengambil alih Twitter diperkirakan bakal berlangsung mulus.

CNBC melaporkan Musk berniat mengambil kendali perusahaan selama beberapa bulan, menggantikan Parag Agrawal yang mengambil alih posisi CEO dari Jack Dorsey pada November 2021.

Laporan tersebut adalah salah satu indikasi besar pertama Musk berencana untuk memicu perombakan kepemimpinan jika kesepakatan senilai $44 miliarnya tercapai.

Tawarannya, senilai $54,20 tunai per saham, telah diterima oleh dewan direksi perusahaan pada akhir bulan lalu.

Nasib kesepakatan sekarang terletak pada pemegang saham dan regulator Twitter.

Namun Musk akan memiliki tangan penuh jika dia memimpin Twitter, mengingat dia juga mengepalai pembuat mobil listrik Tesla Motors, operator satelit SpaceX dan Boring Company.

Mantan CEO Twitter Jack Dorsey mempertimbangkan kesepakatan itu dengan serangkaian tweet yang berterima kasih kepada Musk dan CEO Twitter saat ini, Parag Agrawal.

“Karena “mengeluarkan perusahaan dari situasi yang mustahil.”

“Twitter sebagai perusahaan selalu menjadi satu-satunya masalah saya dan penyesalan terbesar saya.”

“Itu dimiliki oleh Wall Street dan model iklannya. Mengambilnya kembali dari Wall Street adalah langkah pertama yang benar,” tulis Jack Dorsey.

Musk, yang memiliki kekayaan 268 miliar dollar AS menurut Forbes, mengatakan dia tidak terlalu peduli dengan ekonomi Twitter.

“Memiliki platform publik yang dapat dipercaya secara maksimal dan inklusif secara luas sangat penting bagi masa depan peradaban.”

“Saya sama sekali tidak peduli dengan ekonomi,” kata Musk dalam pembicaraan publik baru-baru ini.

Berbeda dengan Elon Musk, Agrawal tidak terlalu memberikan banyak komentar.

“Begitu kesepakatan ditutup, kami tidak tahu ke arah mana platform akan pergi,” kata Agrawal kepada karyawannya, Senin (2/4/2022).

Agrawal merupakan tangan kanan Jack Dorsey.

Ia bergabung dengan Twitter pada 2011 ketika masih menempuh studinya.

Bergabung dengan tim teknik, menungkinnya bertanggung jawab atas teknologi iklan.

Selama karirnya, Agrawal pernah bekerja di Microsoft dan Yahoo!.

Saat di Twitter, Agrawal menggunakan konsep pembelajaran mesin, yakni salah satu teknik kecerdasan buatan yang paling menjanjikan berdasarkan analisis data.

Kemudian, manajemen informasi ini ditangani dengan benar dalam iklan bersponsor yang mencapai profil pengguna Twitter, sehingga memungkinkan perusahaan memperoleh pendapatan hingga jutaan dolar.

Namun karir gemilang Agrawal di Twitter, kini sepertinya hanya tinggal menghitung hari.

Sang pemilik baru, Elon Musk berniat mengambil alih posisi CEO, demi perubahan besar yang diusungnya.

Meski lengser dari CEO Twitter, Agrawal yang baru berusia 37 tahun tidak perlu berkecil hati.

Ia diperkirakan akan mendapatkan lebih dari US$ 42 juta atau sekitar Rp 604 miliar sebagai uang pesangon untuk pemecatannya.

Duit sebesar itu tentunya akan menjadi modal dalam mengembangkan karir selanjutnya.