Mengungkap Mimpi Besar Elon Musk Kembangkan Twitter

Elon Musk

Selular.ID – Keputusan Elon Musk membeli Twitter telah menghebohkan jagat maya sejak dua bulan terakhir. Bukan hanya mahar yang luar biasa fantastis, mencapai USD 630 miliar sebagai syarat pembelian, namun juga rencana-rencana besar yang diusung oleh pria kelahiran Afrika Selatan itu, dalam mengembangkan Twitter ke depannya.

Sebelumnya, Musk yang memiliki kekayaan 268 miliar dollar AS menurut Forbes, mengatakan bahwa dia tidak terlalu peduli dengan ekonomi Twitter.

“Memiliki platform publik yang dapat dipercaya secara maksimal dan inklusif secara luas sangat penting bagi masa depan peradaban.”

“Saya sama sekali tidak peduli dengan ekonomi,” kata pria yang pernah dekat dengan aktris Amber Heard, mantan istri Johny Depp.

Elon Musk sudah menyatakan keinginannya bahwa ia ingin mengubah Twitter tidak lagi mengandalkan iklan, melainkan memasang layanan berlangganan. Banyak yang menilai hal ini sulit dilakukan, tapi jangan dilupakan, Musk adalah seorang pebisnis yang sangat ulung.

“Dia adalah orang terkaya di dunia, entrepreneur yang kesuksesannya termasuk PayPal dan Tesla. Dia karismatik. Dia suka menguji batas dan menerobos aturan,” sebut BBC, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Pengguna Dapat Melihat Cuitan di Twitter 10 Tahun Lalu

Elon Musk mengaku membeli Twitter bukan untuk uang. Tapi tentu dengan biaya pembelian yang mahal, melibatkan banyak investor, dia tentu tidak akan berpangku tangan. Ia akan memastikan semua rencana membangun ulang Twitter bisa tercapai.

Terbukti dalam laporan New York Times (NYT), Jumat (6/5), Musk menargetkan dapat meningkatkan pendapatan tahunan Twitter menjadi $26,4 miliar pada 2028, naik dari $5 miliar tahun lalu.

Periklanan akan turun menjadi 45% dari total pendapatan di bawah Musk, turun dari sekitar 90% pada 2020, menghasilkan pendapatan $ 12 miliar pada 2028, sementara langganan diperkirakan akan menarik $ 10 miliar lagi, tambah NYT.

Chairman Space X itu, juga menginginkan peningkatan arus kas Twitter menjadi $3,2 miliar pada 2025 dan $9,4 miliar pada 2028.

Baca Juga: Twitter Sokong SoundCloud Agar Tetap Bertahan

Musk mencapai kesepakatan bulan lalu untuk membeli Twitter seharga $44 miliar tunai, dalam sebuah langkah yang akan mengalihkan kendali platform media sosial yang dihuni oleh jutaan pengguna dan pemimpin global ke kepala Tesla. Setelah menutup kesepakatan, Musk juga berkeinginan menjadi CEO sementara Twitter.

Sang miliarder telah berjanji untuk merevitalisasi perusahaan dan memperluas jumlah pengguna dengan menindak bot spam dan mengurangi jumlah moderasi untuk memfasilitasi lebih banyak “kebebasan berbicara”.

Di antara tujuannya yang lain, Musk mengharapkan perusahaan media sosial itu dapat menghasilkan $15 juta dari bisnis pembayaran pada 2023. Kemudian tumbuh menjadi sekitar $1,3 miliar pada 2028.

Baca Juga: Metaverse Tidak Memikat Hati Elon Musk, Kenapa?

Lebih jauh, Musk menargetkan dapat meningkatkan pendapatan rata-rata per pengguna Twitter menjadi $30,22 pada 2028 dari $24,83 tahun lalu. Sementara,  jumlah karryawan Twitter diharapkan meningkat menjadi 11.072 karyawan pada 2025, naik dari sekitar 7.500 saat ini.

Di sisi lain, pendapatan dari Twitter Blue, layanan berlangganan premium perusahaan yang diluncurkan pada tahun lalu, diharapkan memiliki 69 juta pengguna pada 2025, imbu laporan NYT.

Sebelumnya, dalam tweet pada bulan lalu, namun sekarang sudah dihapus, pria yang hinggi kini masih melajang itu, menyarankan sejumlah perubahan pada layanan berlangganan premium Twitter Blue, termasuk memangkas harganya.

Baca Juga: Mengulik Sosok Elon Musk, Bos Tesla yang Sering Berujar Layaknya Nabi