AWS Ungkap Potensi Machine Learning dan Komputasi Tepi Untuk Pelanggan 5G

Teknologi AWS Masa Depan Andalkan 3 Inovasi Terbaru
Teknologi AWS Masa Depan Andalkan 3 Inovasi Terbaru

Selular.ID – Para eksekutif dari AWS (Amazon Web Service) menyoroti hal-hal positif yang diperoleh perusahaan dari infrastruktur cloud setelah banyak yang dikatalisasi untuk diadopsi selama pandemi Covid-19 (corona virus), sambil juga menunjukkan potensi machine learning (ML) dan komputasi tepi (edge computing).

Pada acara pengembang dan pelanggan perusahaan di London (27/4), VP Analytics and Business Intelligence AWS Matt Wood, dan VP Inggris dan Irlandia Darren Hardman memamerkan berbagai aplikasi pelanggan di berbagai industri.

Di antara contoh yang ditawarkan adalah platform penjualan mobil bekas Cazoo, yang menggunakan platform cloud sepenuhnya, dan operasi distribusi bahan makanan Ocado Group, yang menggunakan infrastruktur vendor untuk sistem pusat pemenuhan pesanan otomatis.

Baca Juga: 60 Juta Orang di Indonesia Belum Terkoneksi Internet, Meski Sudah Ada Jaringan 5G

“Sesulit apa pun pandemi bagi bisnis, itu juga bertindak sebagai katalis untuk adopsi cloud dan transformasi digital,” kata Hardman.

“Kami telah melihat semakin banyak perusahaan beralih ke cloud untuk membuka peluang pelanggan baru”.

Dia menambahkan kemampuan cloud bermanfaat bagi organisasi mulai dari perusahaan rintisan hingga lembaga pemerintah besar.

Wood mencatat jika “biaya yang lebih rendah adalah desisan awan”, “kecepatan dan kelincahan adalah bumbu yang membuat pelanggan datang kembali lagi dan lagi”, menunjuk pada skala penemuan kembali yang telah dilihat banyak industri dari transformasi digital.

AWS menyediakan berbagai pemrosesan data, ML, dan layanan cloud untuk perusahaan. Ini termasuk platform Wavelength-nya, yang menurut Wood “membawa tepi dan kemampuan komputasi langsung ke jaringan latensi rendah dari penyedia 5G”.

Baca Juga: Layanan Video Langsung Interaktif AWS Mulai Tersedia di Filipina dan Indonesia

Perusahaan telah mendaftarkan sejumlah operator selular, termasuk pemain AS Verizon, operator Jepang KDDI, Vodafone Group dan SK Telecom di Korea Selatan untuk bermitra dalam mendorong Wavelength kepada pelanggan perusahaan yang ingin menggunakan komputasi tepi melalui teknologi 5G.