Pembangunan BTS 4G Wilayah 3T Pada Tahap 1 Tercapai 86% 

16 BTS 4G dari Total 421 di Wilayah Pelosok NTT Resmi Beroperasi

Selular.ID – Upaya Pemerintah terus bangun jaringan Base Tranceiver Station (BTS) 4G untuk Wilayah 3T (terluar, tertinggal dan terdepan) agar merata sebagai upaya percepatan transformasi digital.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Latif menyatakan pembangunan BTS 4G merupakan bagian dari upaya untuk dorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

“Pemerintah melakukan pemerataan pembangunan dengan dasar no one will be left behind.  Saat ini, rata-rata progres  pembangunan BTS 4G Fase 1 adalah 86% dimana 1.900an lokasi telah on air dari target 4.200 lokasi pada tahun 2022,” jelasnya

Menurut Dirut BAKTI Kominfo, pembangunan fase 1 tersebut terus dikebut dan bisa rampung sampai 100% pada tahun 2022.

Baca Juga: Masuki Tahap 1 Penghentian Siaran TV Analog, Kominfo: Kami Tidak Ingin Gaduh

“Untuk pembangunan BTS 4G tahap 2 di 3.704 lokasi, akan dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan fiskal. Tahun 2022, anggaran yang ada akan dialokasikan untuk pembangunan BTS 4G di 2.300 lokasi,”Ujarnya.

Dirut Anang Latif menyatakan pembangunan BTS 4G didukung oleh  alokasi dana APBN secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah.

“APBN yang dialokasikan untuk pembangunan 4.200 BTS 4G sebesar Rp11 Triliun. Salah satu komponen terbesar untuk biaya logistik pengiriman material, karena banyak lokasi pembangunan yang belum terdapat infrastruktur fisik dasar, seperti jalan, sehingga harus ditempuh dengan menggunakan helikopter,” jelasnya.

Kementerian Kominfo memberikan apresiasi atas dukungan operator seluler untuk penyediaan sinyal di wilayah 3T.

Menurut Dirut BAKTI Kominfo, operator seluler dan vendor sangat mendukung program penyediaan sinyal.

“Saat ini, masyarakat di beberapa wilayah 3T sudah mulai memanfaatkan jaringan BTS yang telah dibangun oleh BAKTI.  Pembayaran kepada para vendor tidak mengalami kendala karena anggaran telah tersedia dan termin pembayaran progress telah diatur di dalam kontrak,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya:

Upaya BAKTI

Baca Juga: Matikan 3G Akhir Tahun, Telkomsel Didukung Kominfo

Upaya BAKTI

Menurut Dirut Anang Latif, pembangunan infrastruktur digital di desa-desa terpencil bukan hal yang mudah.

Tantangan kondisi geografis alam, persoalan logistik, transportasi, dan ketersediaan SDM menjadi kendala tersendiri.

BAKTI Kominfo membangun BTS 4G di wilayah 3T yang sulit dijangkau. Bahkan, banyak desa yang belum memiliki infrastruktur jalan yang layak dan aliran listrik.

“Sehingga pengiriman material ke lokasi BTS 4G banyak dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan gerobak atau menggunakan perahu-perahu tradisional untuk menyeberangi lautan atau sungai-sungai,” tutur Dirut Anang Latif.

Menurut Dirut BAKTI Kominfo, di wilayah pegunungan Papua memerlukan transportasi udara untuk sarana pengangkutan material dan peralatan.

Baca Juga: Kominfo Genjot Program Literasi Digital untuk Siapkan Para Digital Talent

Ketersediaan transportasi tidak sebanding antara jumlah material dan  selama pandemi Covid-19, pembatasan mobilitas orang dan barang juga memengaruhi kegiatan supply chain pembangunan BTS.

Bagaimanapun, akselerasi pemerataan pembangunan di daerah 3T terus berjalan. Dirut Anang Latif optimistis target pembangunan BTS 4G di Indonesia akan tercapai tahun ini.

“Seluruh tantangan dan persoalan tersebut, tidak menyurutkan tekad pemerintah untuk terus melanjutkan penyediaan sinyal 4G dan akses internet bagi masyarakat di wilayah 3T,” tandasnya