Dukung Cara Kerja Modern, Skyhigh Security Perkuat Solusi Cloud

Skyhigh Security

Selular.ID – Mcafee kini resmi dipecah dalam dua organisasi yaitu Trellix dan Skyhigh Security.

Perusahaan portofolio baru ini diluncurkan untuk mengakomodasi peningkatan persyaratan keamanan komputasi awan (cloud) bagi perusahaan besar dan kecil.

Dan saat kini, Symphony Technology Group (STG), perusahaan yang berfokus pada sektor perangkat lunak, data, dan analitik mengumumkan peluncuran Skyhigh Security.

Pendekatan unik Skyhigh Security memperluas keamanan lebih dari sekadar akses data guna menjaga bagaimana data tersebut digunakan.

Baca juga: QR Code Menyimpan Bahaya Serangan Siber, Berikut Tips Aman Menggunakannya

“Solusi Security Service Edge (SSE) diciptakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja modern dengan sistem keamanan yang mengikuti data dan penggunanya di mana pun mereka berada,” terang William Chisholm, Managing Partner STG, Senin (28/3).

Lebih jauh pendekatan unik Skyhigh Security yakini memperluas keamanan lebih dari sekadar akses data, guna menjaga bagaimana data tersebut digunakan.

SSE diciptakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja modern dengan sistem keamanan yang mengikuti data dan penggunanya di mana pun mereka berada.

“Skyhigh Security hadir sebagai perusahaan keamanan cloud khusus yang berfokus pada peningkatan bisnis ke depan dengan pendekatan keamanan data yang komprehensif dan terkonvergensi,” kata William

“Kami berkomitmen untuk berinvestasi dalam bisnis ini, yang mana merupakan salah satu pasar terpenting dalam keamanan siber, yaitu SSE,” lanjutnya.

Dengan sebagian besar data berada di cloud dan pengguna mengaksesnya dari mana saja, dibutuhkan sebuah pendekatan baru terhadap keamanan data,” tambah Gee Rittenhouse, CEO bisnis SSE.

Skyhigh Security telah menciptakan sebuah platform keamanan yang komprehensif untuk mengamankan baik akses data maupun penggunaan data melalui kebijakan terpadu dan kesadaran data.

“Perusahaan saat ini dapat memiliki visibilitas dan kontrol penuh, serta mampu memantau dan mengurangi risiko keamanan dengan lancar—sehingga menciptakan biaya yang lebih rendah, mendorong efisiensi yang lebih besar, dan mampu mengikuti perkembangan inovasi yang cepat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, solusi keamanan yang menyeluruh di era ‘work from anywhere’ memang sudah wajib untuk dihadirkan.

Karena mampu memberikan fleksibilitas dan kecepatan, disamping memang menjadi titik kerentanan keamanan, mengancam pertahanan dan membuka permukaan serangan baru di cloud.

Sekedar tambahan, McAfee Corp perusahaan keamanan siber melihat bahwa di berbagai belahan dunia, serangan terhadap layanan cloud dan teknologi kolaborasi ternyata meningkat signifikan sebesar 630%.

Kejadian tersebut didorong oleh kembalinya masyarakat di berbagai belahan dunia bekerja secara jarak jauh atau Work From Home (WFH).

Baca juga: 43 Persen Infrastruktur IoT Belum Terlindungi dari Ancaman Siber

Sementara itu Data IDC memperlihatkan bahwa sejak awal pandemi, penggunaan cloud meningkat sebesar 40%.

Alhasil, banyak celah keamanan yang timbul dari penggunaan layanan cloud dan teknologi kolaborasi seperti Microsoft 365, Webex, Zoom, Teams ataupun Slack.

Beberapa insiden keamanan yang terjadi di Indonesia antara lain peretasan akun dan penyebaran situs penipuan di Bali, sampai dengan kebocoran data penduduk dari lembaga pemerintah.