Diproyeksi Tumbuh Rp2.100 Triliun, Menkominfo Dorong Sektor e-Health Untuk Berkolaborasi

Layanan Kesehatan Digital

Jakarta, Selular.ID – Sektor industri layanan kesehatan digital atau e-health memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Oleh karena itu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak pelaku industri e-health untuk berkolaborasi dan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Menurut Menkominfo, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia selama pandemi Covid-19 tidak bisa terlepas dari keberadaan layanan kesehatan digital.

“Terlebih saat pandemi, layanan digital kesehatan telah membuka akses masyarakat semakin insklusif. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra sektor kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi,” ujarnya dalam Forum Ekonomi Digital III.

Baca juga: XL Axiata Gandeng RS MMC Terapkan Solusi IoT Bidang Kesehatan

Menurut Menkominfo, di tahun 2021, valuasi sektor ekonomi digital diperkirakan akan mencapai sekitar USD70 Miliar atau Rp1.000 Trilliun. Hingga tahun 2025 diproyeksikan tumbuh sampai dengan USD146 Miliar atau Rp2.100 Triliun.

“Sangat besar, termasuk di dalamnya electronic health. Sehingga kita perlu melakukan pertemuan untuk mendapat masukan dari industri, agar kebijakan yang diambil itu memang berpihak pada pengembangan industri termasuk industri e-health dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat,” jelasnya.

Dan tentunya Menkominfo berharap akan dapat meningkatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Kita dapat mengidentifikasi titik-titik blindspot-nya dalam semangat yang lebih bersinergi, berkolaborasi lintas pemangku kepentingan dengan Kementerian Kesehatan, dengan berbagai asosiasi kesehatan, pemimpin-pemimpin puncak di e-health,” harapnya.

Baca juga: Gym Mulai Dibuka, Aplikasi Kesehatan dan Fitness Tetap Tumbuh di 2021

Dan menjadi penting sesuai dengan amanat Undang-Undang Kesehatan, isu layanan kesehatan nasional berkaitan dengan tindakan kuratif, preventif, promotif, rehabilitatif, dan pelayanan medis itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur digital.

Menkominfo menegaskan salah satu aspek penting dalam e-health berkaitan dengan pemerataan jangkauan ke seluruh wilayah Indonesia. “Dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Presiden, di samping membangun infrastruktur yang luas. Kita juga mengisi hilirisasi (downstream)-nya untuk dimanfaatkan,” ungkapnya.

Menkominfo menyontohkan pada akhir 2020 lalu, Indonesia masih memiliki sekitar 3.126 fasilitas layanan kesehatan yang belum memiliki akses internet. “Dalam waktu 3 bulan, sekitar Oktober, November, Desember, itu disediakan semuanya dengan memanfaatkan satelit,” tandasnya.