Izin Landing Right Segera Didapat, Satelit Leo OneWeb Bakal Segera Beroperasi

Satelite Oneweb

Jakarta,Selular.ID – PT Dwi Tunggal Putra (DTP), perusahaan telekomunikasi yang dikenal sebagai Network Access Point (NAP) generasi pertama di Indonesia, secara resmi membangun portal jaringan untuk satelit Low Earth Orbit (LEO) milik OneWeb.

Selain itu DTP juga melaporkan proses untuk mendapat Landing right atau hak labuh pada Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kominfo) juga hampir rampung.

“Proses administrasinya sudah selesai, kita menuruti semua aturan yang ada di Indonesia, bulan depan mungkin izinnya sudah keluar. Kami sudah mengurusnya sejak tahun lalu. Koordinasi pada satelit lain selesai semua, jadi tidak akan ada gangguan frekuensi,” jelas Direktur PT DTP Michael Alifen.

Baca juga: Satelit Satria-1 Peroleh Pinjaman Rp2,1 Triliun Melalui AIIB

Kemudian proses pembangunan portal jaringan satelit dibangun diwilayah Serang, Banten dengan menggunakan luas lahan 10 ribu hektar, ditargetkan bakal rampung dalam waktu enam bulan.

“Bulan Juni-Juli 2021 perkiraan bakal rampung, dan Oktober 2022 kita persiapkan untuk di komersilkan. Stasiun bumi ini akan menyediakan area jangkauan mulai dari Thailand sisi utara, Indonesia dari timur ke barat dan Australia bagian utara di arah Selatan,” lanjutnya.

Dalam portal jaringan untuk satelit LEO akan terdiri dari 18 antena yang dikendalikan secara otomatis.“Dan di Indonesia akan mengkoneksikan 16-18 satelit OneWeb yang melacak langsung dari 18 antena secara otomatis, satu antena mengoprasikan satu satelit,” papar Michael.

Baca juga: Meluncur Akhir Tahun O3b mPower Andalkan 11 Satelit

Sementara itu OneWeb sendiri memiliki total 648 konstelasi satelit orbit LEO yang melayani seluruh bumi, bakal menyediakan layanan komunikasi yang terjangkau, cepat, bandwidth tinggi, latensi rendah yang terhubung ke masa depan IoT, dan jalur ke 5G untuk semua orang, di mana saja.

Dan sekedar informasi pula, OneWeb dapat menyuntikan internet dengan latensi mencapai 50 milidetik, atau sebelas kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan satelit GEO yang mencapai diatas 560 milidetik.