Hanya 3 Persen Pusat Data Pemerintah yang Memenuhi Standar Global

pusat data Pemerintah

Selular.ID – Selain fokus pada program Smart City dalam mewujudkan pemerintahan berbasis digital, Kementerian Kominfo telah menangani konsolidasi dan interoperabilitas pusat data pemerintah.

“Selama ini di Indonesia ada sekitar 2.700 pusat data pemerintah dan hanya 3% diantaranya yang cloud atau memenuhi standar global. Selebihnya, pusat-pusat data yang sangat sederhana. Sehingga kita tidak kaget apabila terjadi masalah pada saat kita lakukan interoperabilitas data diantar kementerian dan lembaga, pusat dan daerah, khususnya yang berkaitan dengan Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Potensi Besar Indonesia Menjadi Hub Pusat Data Asia, Ini Alasannya

Menkominfo banyak mendengar terkait persoalan pusat data pemerintah yang realitanya sulit untuk melakukan interoperabilitas data di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo akan mengambil bagian dalam situasi yang sulit tersebut.

“Kominfo mengambil bagian dalam situasi yang begitu sulit, tidak ada pilihan lain harus menyiapkan sajian data yang akurat dalam rangka pengambilan keputusan oleh pemerintah khususnya dalam penanganan pandemi Covid 19,” ujarnya.

Untuk itu, Menteri Johnny akan menyiapkan pusat data di Kementerian Kominfo yang saat ini telah melayani 223 instansi pemerintah, termasuk untuk keperluan data bagi penanganan pandemi Covid- 19.

“Pusat datanya ditaruh di Kominfo, kita jaga betul agar keamanan datanya itu terjaga dengan baik. Ini bukan pekerjaan yang gampang, ini pekerjaan yang sangat sensitif, pekerjaan yang sangat sulit. Masyarakat belum semuanya paham, banyak tokoh-tokoh nasional juga belum semuanya paham. Tapi ini terkait dengan masa depan dan kedaulatan negara kita, sehingga Kominfo sangat waspada menanganinya karena ini terkait kedaulatan negara, kedaulatan bangsa, masa depan negara, masa depan bangsa,” paparnya.

Meskipun semua tata kelola data ditangani dengan baik termasuk data pandemi Covid-19. Namun Kementerian Kominfo harus membangun empat pusat data pemerintah, satu diantaranya sudah dalam tahapan bidding.

Baca juga: Cegah Kebakaran Data Center, Ini yang Harus Diperhatikan

“Kita harapkan juga nanti di tahun 2022, tahun 2023 dan setidaknya awal tahun 2024 pusat data ini sudah bisa beroperasi yang kita rencanakan untuk dibangun di wilayah Jabodetabek. Ini pusat data pemerintah government cloud tier IV global standar yang paling tinggi di pusat data,” tandasnya.

Selain di wilayah Jabodetabek, Kementerian Kominfo menargetkan akan membangun pusat data di Batam, Ibukota Negara Baru dan di Labuan Bajo. Menkominfo menegaskan pembangunan pusat data tidak semata-mata hanya lokasi menentukan kotanya, tetapi juga melihat jaringan tulang punggung yang tersedia di wilayah tersebut.

“Jaringan tulang punggung yang menghubungkan Indonesia yang ada 359 KM fiber optik itu melintasi seluruh kawasan nasional kita, juga termasuk kawasan Utara Manado, Pulau Sula Ternate, disambungkan sampai dengan Papua,” imbuhnya.