Selular.ID – Google memperluas kemampuan Ask Maps di Google Maps dengan fitur berbasis Gemini yang memungkinkan pengguna mencari hingga memesan makanan, menemukan hotel dan acara, serta memperoleh rekomendasi yang lebih personal.
Pembaruan yang diumumkan Google pada 6 Agustus 2026 ini juga membawa kemampuan mengingat percakapan sebelumnya dan memanfaatkan informasi dari layanan Google yang terhubung untuk membantu pengguna menyusun aktivitas berdasarkan konteks perjalanan.
Ask Maps pertama kali diperkenalkan Google pada Maret 2026 sebagai pengalaman percakapan di Google Maps. Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan kompleks tentang tempat, rute, restoran, maupun aktivitas menggunakan bahasa alami.
Google menggabungkan model Gemini dengan data Maps untuk menghasilkan jawaban yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Dalam pembaruan terbaru, fungsi tersebut bergerak dari sekadar memberikan rekomendasi menjadi kemampuan yang dapat membantu menjalankan tindakan.
Google Maps dapat menemukan restoran sesuai permintaan, mempertimbangkan lokasi pengguna dan preferensi makanan, kemudian memasukkan menu yang dipilih ke keranjang melalui mitra pemesanan. Penyelesaian pembayaran tetap dilakukan pengguna melalui layanan yang tersedia.
Ask Maps Bisa Bantu Pesan Makanan
Salah satu perubahan utama berada pada kemampuan pemesanan makanan. Pengguna dapat memberikan instruksi dalam bahasa sehari-hari, misalnya meminta makanan tertentu untuk diambil dalam perjalanan pulang.
Ask Maps kemudian dapat mencari restoran yang sedang buka dan berada di sepanjang rute. Sistem juga dapat mempertimbangkan kebutuhan diet, lokasi, serta tempat yang sebelumnya disimpan pengguna di Google Maps.
Setelah restoran dipilih, Ask Maps dapat memasukkan menu yang sesuai ke keranjang sehingga pengguna tinggal menyelesaikan proses pemesanan.
Google menggandeng sejumlah mitra untuk menjalankan kemampuan tersebut. Pemesanan makanan mulai didukung melalui Square dan Toast, sementara integrasi Uber Eats akan menyusul. Ketersediaan layanan bergantung pada wilayah dan mitra yang mendukung pemesanan melalui Maps.
Pendekatan ini berbeda dari fungsi pencarian restoran yang selama ini menjadi salah satu fitur Google Maps. Sebelumnya, pengguna dapat menemukan restoran, membaca ulasan, melihat menu tertentu, atau melakukan reservasi jika restoran terhubung dengan mitra pemesanan.
Ask Maps kini dapat memahami permintaan yang lebih kompleks dan membantu menghubungkan pencarian tersebut dengan tindakan berikutnya. Google sebelumnya memang telah menyediakan pemesanan restoran melalui Maps dan Search, termasuk melalui tombol pemesanan dari mitra yang didukung.
Percakapan Sebelumnya Bisa Diingat
Pembaruan Ask Maps juga memperkuat kemampuan percakapan berkelanjutan. Dengan pengaturan riwayat yang aktif, pengguna dapat kembali merujuk pada percakapan sebelumnya dan meminta Ask Maps melanjutkan konteks yang pernah dibahas.
Kemampuan ini berguna ketika pencarian tempat dilakukan dalam beberapa tahap. Misalnya, pengguna dapat terlebih dahulu meminta rekomendasi restoran, kemudian kembali ke percakapan tersebut untuk menanyakan pilihan yang sesuai kebutuhan tertentu atau meminta alternatif berdasarkan hasil sebelumnya.
Laporan mengenai pembaruan ini menyebut Ask Maps dapat mengakses kembali konteks percakapan terdahulu ketika riwayat Maps diaktifkan.
Google sebelumnya telah menjelaskan bahwa Ask Maps dirancang sebagai pengalaman percakapan, bukan sekadar mesin pencarian tempat.
Pengguna dapat mengajukan pertanyaan lanjutan setelah menerima jawaban pertama, sehingga proses mencari lokasi dapat berlangsung dalam satu percakapan.
Pada tahap awal, Ask Maps memanfaatkan informasi dari lebih dari 300 juta tempat serta kontribusi komunitas yang mencakup lebih dari 500 juta kontributor secara global.
Google menggunakan data tersebut untuk memberikan informasi mengenai tempat, ulasan, kondisi lokasi, serta rekomendasi yang relevan dengan pertanyaan pengguna.
Personal Intelligence Masuk ke Maps
Google juga mulai mengintegrasikan Personal Intelligence ke pengalaman Maps. Teknologi ini menggunakan Gemini untuk membuat jawaban lebih relevan berdasarkan informasi pribadi yang diizinkan pengguna untuk diakses.
Dalam konteks Google Maps, Personal Intelligence dapat menggunakan informasi dari Gmail untuk membantu memahami rencana pengguna, seperti penerbangan, reservasi hotel, atau pemesanan restoran.
Data tersebut kemudian dapat menjadi konteks ketika pengguna meminta rekomendasi aktivitas atau tempat di sekitar tujuan perjalanan.
Integrasi Gmail bersifat opsional dan tidak aktif secara otomatis. Pengguna harus memberikan izin agar Ask Maps dapat menggunakan informasi dari layanan yang terhubung. Google juga menyatakan dukungan untuk layanan lain, termasuk Calendar, akan diperluas.
Konsep Personal Intelligence sendiri telah menjadi bagian dari strategi Google untuk membuat Gemini memahami konteks pengguna secara lebih luas.
Pada Google I/O 2026, CEO Google Sundar Pichai menjelaskan bahwa Personal Intelligence dirancang untuk membuat respons AI lebih personal dengan memanfaatkan konteks dari berbagai produk Google.
Google sebelumnya memperluas Personal Intelligence ke AI Mode di Search, Gemini, dan Gemini in Chrome di Amerika Serikat.
Teknologi tersebut dapat menghubungkan informasi dari layanan seperti Gmail dan Google Photos untuk memberikan respons yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Cari Hotel dan Acara Sesuai Kebutuhan
Ask Maps juga memperoleh kemampuan untuk mencari hotel dan acara dengan kriteria yang lebih spesifik. Pengguna tidak hanya perlu memasukkan nama lokasi atau kategori tempat, tetapi dapat menjelaskan kebutuhan secara natural.
Untuk hotel, misalnya, pengguna dapat meminta penginapan dengan karakter tertentu atau lokasi yang dekat dengan fasilitas tertentu.
Ask Maps dapat membandingkan informasi hotel, termasuk harga dan ketersediaan kamar secara real-time pada layanan yang mendukung fitur tersebut.
Untuk acara lokal, Ask Maps dapat memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan pengguna sekaligus menyertakan informasi tiket jika tersedia.
Fitur ini memperluas peran Google Maps dari sekadar alat navigasi menjadi sarana untuk menemukan aktivitas di sekitar lokasi tertentu.
Kemampuan tersebut tetap mengandalkan data lokal Google Maps. Sejak awal, Ask Maps memang dirancang untuk menggabungkan informasi tempat dengan konteks dari pertanyaan pengguna.
Google menyebut sistem ini dapat menganalisis informasi dari ratusan juta tempat, termasuk ulasan dan kontribusi komunitas.
Pengguna Bisa Berkontribusi Lewat Percakapan
Google turut menambahkan kemampuan kontribusi berbasis percakapan. Pengguna dapat membantu memperbarui informasi tempat melalui Ask Maps atau tab Contribute.
Salah satu contohnya adalah mengunggah foto papan nama atau informasi yang terlihat di sebuah lokasi.
Maps dapat membaca informasi tersebut, seperti jam operasional terbaru, kemudian meminta pengguna mengonfirmasi perubahan sebelum dikirimkan.
Mekanisme konfirmasi tersebut tetap menempatkan pengguna sebagai pihak yang menyetujui informasi sebelum perubahan diterapkan.
Fitur ini memperluas penggunaan AI dari sisi konsumsi informasi menjadi kontribusi terhadap data peta. Google selama ini mengandalkan komunitas pengguna untuk memperbarui informasi tempat, ulasan, foto, serta kondisi lokasi.
Pada saat yang sama, Google menambahkan informasi transportasi publik secara real-time di Ask Maps. Pengguna dapat memeriksa keterlambatan bus, kereta, kereta bawah tanah, atau feri melalui widget informasi langsung.
Ask Maps Mulai Diperluas
Ask Maps pertama kali mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan India pada Maret 2026 untuk perangkat Android dan iOS. Saat itu, Google memosisikannya sebagai cara baru untuk mengajukan pertanyaan kompleks tentang dunia nyata dan memperoleh jawaban yang divisualisasikan melalui peta.
Dalam pembaruan Agustus 2026, cakupan Ask Maps juga diperluas. Google mulai membawa pengalaman tersebut ke sejumlah negara tambahan, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Indonesia, Jepang, dan Meksiko, dengan perluasan ke lebih banyak negara dan wilayah dalam bahasa Inggris.
Untuk pengguna Indonesia, perluasan ini menjadi bagian dari ekspansi kemampuan AI Google Maps yang sebelumnya telah diperkenalkan secara bertahap. Ketersediaan setiap kemampuan, termasuk pemesanan makanan, tetap bergantung pada dukungan layanan lokal dan mitra yang terintegrasi.
Perkembangan Ask Maps memperlihatkan arah Google dalam mengembangkan Gemini di dalam produk sehari-hari.
Google tidak hanya menempatkan AI sebagai alat untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga menggunakannya untuk memahami konteks, menghubungkan informasi, dan membantu menyelesaikan tahapan setelah pengguna menemukan sesuatu di Maps.
Pada Maret 2026, Google menyebut Ask Maps sebagai bagian dari perubahan besar Google Maps yang menggabungkan data dunia nyata dengan kemampuan Gemini untuk membantu pengguna beralih dari pencarian menuju tindakan.
Baca Juga: Ribuan CCTV Bisa Terpantau di Google Maps Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026


