spot_img
BerandaInsightSurge gandeng Mitsui, Bangun Serat Optik Tier-2 dan 3 di Indonesia

Surge gandeng Mitsui, Bangun Serat Optik Tier-2 dan 3 di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Solusi Sinergi Digital Tbk. (IDX: WIFI) anak perusahaan Surge, menggandeng perusahaan infrastruktur global asal Jepang Mitsui untuk melakukan kerjasama mendorong pembangunan infrastruktur jaringan serat optik berkapasitas besar di Pulau Jawa, Indonesia.

lebih jauh disebutkan Hermansjah Haryono, CEO Surge kerjasama ini juga untuk memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan infrastruktur digital dan memfasilitasi kemungkinan investasi bersama.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan percepatan penggelaran serat optik di sepanjang rel kereta api di berbagai lokasi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur serta keunggulan operasional untuk memberikan tingkat pelayanan yang kuat dan berkualitas tinggi kepada mitra,”kata Hermansjah.

Lebih jauh Hermansjah mengatakan, Ini merupakan validasi atas misi dan model bisnis Surge di Indonesia untuk hadirkan konektivitas bagi masyarakat luas, terutama di kabupaten dan kota Tier-2 dan Tier-3 di Indonesia yang belum memiliki akses internet yang berkualitas dan terjangkau.

Dari perspektif bisnis, karena sebagian jaringan serat optik kami telah hampir rampung, Weave juga terus mempersiapkan diri untuk menyediakan beragam solusi konektivitas, internet, edge data center, dan telekomunikasi.

Sebagai bagian dari tiga pilar bisnis Surge, Weave adalah neutral carrier provider & collaborator yang unik yang memberi nilai tambah pada konektivitas berkapasitas tinggi dan mendukung transformasi digital untuk ISP lokal dan bisnis data center di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan pilar bisnis lainnya seperti media periklanan serta pengembangan teknologi berbasis aplikasi, Surge memberikan layanan seperti layanan Wi-Fi gratis di fasilitas commuter line Jabodetabek dan stasiun kereta api, media kreatif, dan berbagai aplikasi yang menarik konsumen & mitra bisnis.

Diantaranya untuk program loyalitas, pengiriman makanan, konsultasi pertanian, marketplace asuransi mikro, ritel, layanan publik, perawatan kesehatan, dan gaya hidup & hiburan.

Sebagai informasi perkiraan terbaru dari Bank Dunia menyebutkan perkiraan total jumlah pelanggan fixed broadband di Indonesia sekitar 9,7 juta, yakni sebesar 4% dari populasi atau 16% rumah tangga.

Baca Juga:Surge Targetkan Jaringan Serat Optik sepanjang 2,800km Rampung Desember 2021

Dengan demikian, meskipun kinerja Indonesia relatif baik dibandingkan dengan beberapa negara tetangga regional dalam hal penetrasi mobile broadband, Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga regional seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam pada mobile broadband berkecepatan tinggi (4G/LTE) maupun fixed broadband.

Hal ini penting, karena studi lain dari Alpha-JWC dan Kearney menjelaskan bahwa dengan dukungan yang tepat seperti infrastruktur digital, kota-kota Tier-2 dan Tier-3 di Indonesia dapat berkontribusi 30-50% dari ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025.

Artikel Terbaru