spot_img
BerandaBincang EksekutifIni Dia Strategi OPPO Bertahan di Tengah Pandemi dan Persaingan, Hingga Ambisi...

Ini Dia Strategi OPPO Bertahan di Tengah Pandemi dan Persaingan, Hingga Ambisi Menjadi Brand Global  

-

Jakarta, Selular.ID – Tak dipungkiri sebagai brand OPPO semakin melekat dengan konsumen di Indonesia, berbagai seri yang dipasarkan mulai dari yang termurah hingga yang kualitasnya menyerupai iPhone selalu berhasil mencuri perhatian.

Dari sisi teknologi pun OPPO juga terhitung terdepan, dari sisi ketajaman kamera OPPO rasanya selalu terus mengasah kemampuanya. Dari sisi dapur pacu juga demikian, dari jajaran smartphone yang dihadirkan OPPO selalu menjawab kebutuhan.

Sehingga tidak heran jika di pasar Indonesia OPPO menjadi salah satu brand paling popular. Jika merujuk pada laporan Firma riset International Data Corporation (IDC) pada kuartal II-2021, OPPO berhasil menduduki peringkat ke dua, di segmen ponsel kelas bawah dengan pemuncaknya yaitu Xiaomi.

Atas capaian tersebut, tentu menjadi menarik untuk mengulik seperti apa strategi OPPO untuk meraih konsumen Indonesia, terlebih di situasi sulit pandemi seperti saat ini.

Untuk mengetaui sepak terjang OPPO, berikut kutipan Aryo Meidianto PR Manager OPPO Indonesia dalam acara program Bincang Eksekutif yang mengangkat tema ‘Menelisik Strategi Oppo Bersaing di Pasar Indonesia’ yang dipandu oleh Uday Rayana, selaku Editor in Chief Selular.

Seperti strategi OPPO bertahan di era pandemi?

Dilihat dari kondisi pertama kali pandemi, tidak dipungkiri industri terpukul sekali tak terkecuali OPPO. Apalagi posisi kami saat itu tidak baik, karena belum menemukan perangkat unggulan di market 3-4 jutaan, malah di bulan Maret saat itu kita baru meluncurkan perangkat flagship yaitu find X 3 Pro, Reno 4 Pro yang notabene merupakan perangkat dengan harga Rp8 jutaan keatas. Di situlah kita bingung untuk bertarung di pasar di tengah pandemi melanda.

Lalu kondisi mulai membaik, setelah kita memiliki smartphone harga Rp3-4 jutaan, yang dimana sebenarnya OPPO sangat menguasainya.

Tetapi kan di situasi pandemi kita perlu juga menyesuaikan strategi di market, karena berubah secara total. Yang tadinya berjualan secara tradisional kami mulai merambah daring, dan itu tidak serta merta diterapkan ke seluruh wilayah, karena memang tingkat kepercayaan masyarakat seutuhnya terhadap belanja daring belum tinggi, ada banyak masalah mulai soal pengiriman barang, produknya rusak atau tidak dan lain sebagainya

Maka dari itu untuk menjembatani konsumen tradisionil, strateginya ialah bisa memesanya melalui WhatsApp khusus, yang dimana konsumen bisa tetap membeli perangkat OPPO melalui layanan perpesanan tersebut. Dan konsumen tradisional yang masih tetap ingin experience pun bisa langsung di rumah, tim seles kami akan membawakan produknya.

Kenaikanya sendiri dari kami bertrasformasi melalui sistem WhastApps itu bejalan satu bulan, dan dalam waktu tersebut kami alami peningkatan sekitar 3-5 persen. Memang penjualan hancur-hancuran karena toko kami ditutup.

Dan untuk menguatkan sistem WhatsApps tersebut, OPPO juga membuat official store di beberapa situs e-dagang terkemuka, dan kami juga membuat OPPO Apps Store yang kami kelola sendiri.

Seperti apa karakteristik konsumen OPPO di Indonesia?

Jika kita bicara soal tipikal konsumen OPPO di Indonesia itu, terbagi di dalam tiap series kami, ada A series, Reno Series dan Find Series. Kalau Find series itu memang menyasar ke para pembisnis, dan bagi mereka yang ingin mengahasilkan foto terbaik, Reno series sendiri memang ditargetkan ke para anak muda kreatif di sosial media, sedangkan A series itu menyasar konsumen yang membutuhkan perangkat sehari-hari yang dayanya besar, fotonya bagus dan lain-lainya.

Baca juga :  Rick Tsai : Semakin Tua Semakin Sukses di Dunia Teknologi

Tipikal konsumen OPPO sendiri pun rata-rata datang dari kelas pekerja, pelaku UKM, mahasiswa yang memang sibuk, sehingga tidak banyak waktu aktif di sosial media, jadi seperti tidak terlihat.

Para loyalis OPPO baru muncul ketika ada tawaran ganti produk lama dengan yang baru. Di situ lah baru terlihat, seperti apa penggemar OPPO itu sendiri yang rata-rata memang konsumen lama.

Bisa Anda bayankan waktu mereka ikut program ganti produk lama tersebut, ada yang masih menggunakan OPPO F1s yang rilis di 2016 silam, ada juga yang pegang OPPO F11 dan F7 itu merupakan perangkat yang rilis di bawah 2020, dan uniknya perangkat tersebut masih aktif dan masih digunakan, artinya dari sisi kualitas sangat terjamin, tidak rewel, dan para konsumen tersebut alasan membeli  juga karena tingkat keawetan tersebut, yang dimana tidak banyak diketahui oleh konsumen umum.

Baca juga :  Rumor: Oppo Reno7 Rilis November

Bagaimana OPPO bertahan ditengah kompetisi smartphone di Indonesia?

Pastinya kompetitor di Indonesia akan bersaing di ceruk kue yang sama dengan OPPO, tinggal bagaimana mereka ambil bagianya. Lalu bagamana OPPO dapat mempertahankan dan memperbesar bagian itu, tentu dengan ciri khas OPPO itu sendiri, saat ini semboyan selfie expert sudah tertanam dibenak konsumen Indonesia.

Cuma memang berbicara smartphone tidak melulu soal spesifikasi, tapi dibutuhkan juga keseluruhan aspek, dan juga soal pelayanan purna jualnya. Yang dimana OPPO memiliki 117 service center, ini yang membedakan posisi kita sebenanrya dengan para kompetitor.

Tidak mudah lho, membangun service center yang dikendalikan sendiri. Banyak vendor yang justru untuk menggunakan jasa pihak ketiga, yang dimana mereka memegang banyak brand sehingga tidak konsentrasi dalam satu brand.

OPPO menangani service center sendiri, dengan teknisi andal sendiri. Ini juga menjadi salah satu cara kami untuk bersiang dengan produsen lain. Kalau mengandalkan spesifikasi tinggi, harga naik dapat memicu resistensi terhadap konsumennya.

Seperti apa posisi OPPO hari ini sebagai brand smartphone?

       OPPO sudah bayak melakukan pendekatan ke anak-anak muda professional yang berkecimpung di dunia fotografi maupun videografi. Lalu kita juga kerap berkolaborasi dengan brand ternama seperti Lamborgini, Barcelona dan kami juga memiliki persona brand yaitu Neymar. OPPO juga aktif terus ikut di kegiatan internasional misal pada ajang game league of legends.

Hal ini sebenarnya guna meningkatkan OPPO sebagai brand Dunia, bukan lagi bagian dari pabrikan teknologi asal China semata. Bahkan OPPO pernah berkolaborasi dengan anime Jepang seperti Dektetif Conan, Gundam dan lain sebagainya.

Dan ini kan sebenarnya suatu hal yang tidak mungkin China bekerjasama dengan Jepang, tapi jangan lupa OPPO itu kan brand global jadi bebas melakukan kerjasama dengan siapapun.

Kami saat ini memilki positioning yang baik secara internasional, dan juga memiliki kapabilitas di sisi kamera yang sangat baik. Penguatan posisi ini pun hingga kini masih akan terus kita galakan kedepan.

spot_img

Artikel Terbaru