spot_img
BerandaPersonaCristiano Amon: Sosok Insinyur yang menjadi CEO Qualcomm

Cristiano Amon: Sosok Insinyur yang menjadi CEO Qualcomm

-

Jakarta, Selular.id – Setelah Steve Mollenkopf mengumumkan dirinya pensiun dari jabatan CEO Qualcomm, Cristiano Amon ditunjuk menjadi pengganti untuk menjadi penerus yang telah dilepas oleh Mollenkopf. Perusahaan Vendor Chipset itu telah menetapkan Amon sebagai CEO pada 30 June 2021 lalu.

Sejak menjabat CEO, kinerja Amon cukup gemilang. Qualcomm kini telah terlibat dalam hampir setiap peluncuran besar 5G secara global, membantu peluncuran cepat teknologi di lebih dari 35 negara yang berbeda. Berbagai inovasi yang sedang dikembangkan oleh Amon adalah seperti IoT (Internet of Things), RF Front End, dan otomotif.

Marik kita telusuri sepak terjang Cristiano Amon sebelum menjabat CEO Qualcomm.

Perjalanan karir

Amon memegang gelar B.S. (Bachelor of Science), gelar di bidang Teknik Elektro dan gelar doktor kehormatan dari UNICAMP (Universidade Estadual de Campinas), São Paulo, Brasol. Dia adalah Ketua Bersama Dewan IoT di Pusat Revolusi Industri ke-4 Forum Ekonomi Dunia.

Sebelum Qualcomm, Amon menjabat sebagai chief technical officer untuk Vésper, operator nirkabel di Brasil, dan memegang posisi kepemimpinan di NEC, Ericsson dan Velocom.

Amon memulai karirnya di Qualcomm pada tahun 1995 sebagai seorang insinyur, dan selama masa jabatannya, telah membantu membentuk arah strategis Perusahaan dalam beberapa peran kepemimpinan. Sebelum menjadi CEO, Amon menjabat sebagai presiden Qualcomm. Dalam peran itu, ia mengarahkan pengembangan konsep produk terkemuka untuk mempelopori strategi 5G Qualcomm, serta langkah  globalnya, mendorong ekspansi dan Amon juga sempat memimpin bisnis semikonduktor Qualcomm sebagai presiden QCT (Qualcomm CDMA Tecnologies). Dia juga memegang beberapa posisi kepemimpinan teknis dan bisnis, termasuk memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk platform Snapdragon.

Maka dari berbagai perjalan karirnya di perusahaan Chipset ini, sangat memiliki peran penting disetiap jabatannya, untuk saat ini Amon sedang mengembangkan Chipset berbasis 5G yang sudah digunakan berbagai produsen smartphone pada quartal kedua 2021.

Kehidupannya selama 25 tahun di Qualcomm. Cristiano Amon mengetahui bahwa Qualcomm adalah chipset yang melayani komunikasi nirkabel dan komputasi berdaya rendah, yang mencakup perangkat konsumen dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari ponsel cerdas dan Wi-fi, hingga mobil, komputer, rumah pintar, dan terminal tetap 5G serta sel kecil. Amon mewujudkan Inovasi yang dimiliki Qualcomm untuk membuat semua orang, bisa saling terhubung setiap saat. Jika saya dapat memasukkan lebih banyak kemutlakan dalam pernyataan sebelumnya, saya akan melakukannya. Perlombaan yang didorong pandemi menuju transformasi digital berarti ada permintaan untuk teknologi Qualcomm di setiap industri, menempatkan Qualcomm pada posisi penentu kecepatan untuk banyak inovasi teknologi.

Baca juga :  Tren Merger Operator Seluler, Pakar Ingatkan Risiko Duopoli

Inovasi untuk Qualcomm

lebih dari sekadar Smartphone. Ia juga mengembangkan teknologi untuk generasi mendatang  dengan Jaringan 5G yang diusungnya, seperti  IoT(Internet of Things) yaitu yang bisa mengontrol  Smart Home , Smart City, AR/VR, dan banyak teknologi lain yang akan, tanpa ragu, mendapat manfaat dari 5G karena 5G berada di luar ponsel cerdas ini tentang menghubungkan semuanya ke cloud sepanjang waktu .

Berikutnya, Amon juga menambahkan hadirnya 5G bisa membantu komputasi berperforma tinggi yang terhubung ke cloud dengan sangat cepat. Salah satu teknologi yang akan sangat unik, yang Amon bayangkan, adalah revolusi ruang AR(augment Reality). AR akan menggerakkan kita di luar batas smartphone untuk memberi kita platform yang tidak terbatas pada genggaman kita. Qualcomm berinvestasi lebih awal di VR(Virtual Reality dan AR (Augment Reality) untuk membantu mendorong perangkat augmented reality sebagai platform komputasi masa depan. Seperti dahulu saat kita tidak bisa membayangkan kecanggihan smartphone 5G, maka inovasi yang akan dikembagkan Qualcomm untuk apa yang dapat dilakukan 5G terhadap platform komputasi augmented reality di semua platform, smartphone, tablet, laptop, dan workstation saat ini.

Baca juga :  Cristiano Amon: Snapdragon Insiders Hadir di Indonesia

Track Record Qualcomm

Pencapaian yang telah diraih oleh perusahaan saat ini adalah kerja samanya dengan SSW Partner untuk membeli perusahaan otomotif Veoneer, dengan harga 4,5 miliar dollar AS atau senilai Rp64,1 triliun. Mengutip dari reuters, bahwa langkah ini menjadi kerja sama untuk mengembangkan perangkat lunak dan Chip untuk menjadi system baru untuk AI dalam mengemudi, jelas ini adalah inovasi teknologi untuk bidang otomotif.

Karena Qualcomm telah melihat kemajuan teknologi system bantuan untuk pengemudi yang dinamankan  ADAS yaitu, Fitur elektronik yang membantu pengemudi dalam fungsi mengemudi dan parkir. Melalui antarmuka manusia-mesin yang aman, ADAS meningkatkan keselamatan mobil dan jalan raya. Diantara terdapat fitur Deteksi/penghindaran pejalan kaki, Peringatan/koreksi keberangkatan jalur, Pengenalan rambu lalu lintas, Pengereman darurat otomatis, Deteksi titik buta.

Sebelum melakukan akuisisi terhadap Veoneer, Qualcomm juga telah mengeluarkan Smartphone hasil kerjasamanya dengan Asus yang diberi nama Snapdragon insider by Asus, Smartphone edisi khusus ini diperkukuh oleh chipset Qualcomm Snapdragon 888 dengan prosesor octa-core dan GPU Adreno 660, smartphone ini ditunjang RAM 16 GB dan ROM 512 GB untuk mempertangguh performa smartphonenya.

Smartphone yang menyokong Jaringan 5G dengan Rp21,8 jutaan. Telah dirilis di berbagai negara, namun untuk di Indonesia masih belum ada kabar yang jelas terkait smartphone berkelas Flagship ini.

Jangan lupa tonton juga Video ini :

spot_img

Artikel Terbaru