spot_img
BerandaAppsJangan Sampai Gelaran 5G Indonesia Hanya Menjadi ‘Karpet Merah’ Aplikasi Asing, Rugi!

Jangan Sampai Gelaran 5G Indonesia Hanya Menjadi ‘Karpet Merah’ Aplikasi Asing, Rugi!

-

Jakarta, Selular.ID – 5G di Indonesia akan sangat potensial, baik itu untuk pelanggan maupun lingkup industri yang maha luas, dengan menghadirkan berbagai solusi layanan yang dihadirkan melalui pengembangan ekosistem lokal.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerangkan betapa pentingnya kematangan ekosistem lokal dalam pemanfaatan 5G di  Indonesia kedepan.

“Menciptakan ekosistem lokal itu menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi Indonesia, ini memang butuh effort. Tapi ketimbang ujung-ujungnya malah ekosistem aplikasi asing yang digunakan, artinya 5G itu sudah dibangun dengan modal triliunan rupiah oleh operator di Indonesia, tapi malah mengandalkan aplikasi asing, data pindah kesana dan lain sebagainya,” papar Ismail,  dalam acara peluncuran layanan 5G secara virtual, Jumat (16/9).

Dirinya mengaku bukan anti asing, namun secara pemanfaatan 5G di tanah air bakal tidak maksimal, dan jauh dari menguntungkan apabila semua pembangunan yang telah dilakukan malah menjadi ‘karpet merah’ untuk aplikasi asing.

“Jadi Kominfo berpesan ini akan menjadi persoalan penting kedepan, network kini sedang dibangun, 5G akan jauh lagi berkembang dengan baik.  Dan seharusnya layanan 5G yang kita hadirkan bisa menjadi tuan rumah sendiri, ini waktunya singkat. Jangan sampai aplikasi asing itu masuk dan digunakan oleh jutaan masyarakat kita, ini pertanda kita bakal terlambat lagi,” Lanjutnya.

Baca juga :  Realme Ramu Pengisian 125W untuk Smartphone Tahun Depan

Hal ini bisa dilihat dari pemanfaatan jaringan 4G, yang kini masih diandalkan sebagai tulang punggung transformasi digital di seluruh wilayah Tanah Air.

“Berapa persen sih, apliaksi lokal yang ada di ponsel pintar kita sekerang ini. Tentu isinya WhatsAapp, Instagram, Facebook dan lain sebagainya,” ungkap Ismail.

Sehingga langkah untuk memperkuat ekosistem lokal dalam menyambut era 5G di Indonesia menjadi sangat peniting, apalagi dengan mengandalkan use case lokal yang ujungnya dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Sekali lagi jangan sampai infrastruktur yang sudah kita bangun malah menjadi karpet merah bagi aplikasi asing. Karena akan sulit, manfaat besar yang kita miliki akan hilang. Belum lagi urusan perpajakan apliaksi asing sulit di kejar,  karena mereka tidak hadir sebagia perusahan di Indonesia,” tandasnya.

Baca juga :  Huawei Cari Partner Untuk Pengembangan 5G

Sekedar tambahan perkembangan internet 5G di Tanah Air apabila digarap dengan baik berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp 2.800 triliun atau setara 9,5 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030.

Nilai ini terus tumbuh hingga berpotensi mencapai angka kumulatif lebih dari Rp 3.500 triliun atau setara dengan 9,8 persen dari total PDB Indonesia pada tahun 2035.

spot_img

Artikel Terbaru