spot_img
BerandaNewsSalip Intel, Samsung Menjadi Pembuat Chip Terbesar di Dunia Pada Q2 2021

Salip Intel, Samsung Menjadi Pembuat Chip Terbesar di Dunia Pada Q2 2021

-

Jakarta, Selular.ID – Samsung Electronic berhasil menggapai prestasi penting dalam industri semikonduktor. Menggeser Intel dari posisi teratas, raksasa Korea Selatan itu, sekarang menjadi pembuat chip terbesar di dunia dalam hal pendapatan pada kuartal kedua tahun ini.

Seperti yang dilaporkan oleh media asing dan industri kemarin, Senin (2/8/2021), Samsung Electronic mencatat pendapatan sebesar 19,7 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar 22,74 triliun won pada kuartal kedua, sedikit melebihi Intel yang totalnya sebesar 19,6 miliar dolar.

Ketika menengok ke belakang, Sejak tahun 1980 silam, Intel telah menikmati dominasi selama puluhan tahun di pasar semikonduktor, yang dimana perusahaan itu berhasil mempertahankan posisi teratasnya dalam penjualan global.

Perlu diingat bahwa ini bukan kali pertama Samsung berhasil menyalip Intel. Kejadian ini sebelumnya pernah terjadi pada saat siklus super semikonduktor tahun 2017 dan 2018, ketika harga chip memori melonjak.

Kemudian sekarang, chip memori berada di belakang pendapatan kuartal kedua Samsung yang kuat. Raksasa teknologi Korea Selatan itu mengalami lonjakan pendapatan lantaran penyebaran Covid-19 yang menyebabkan kekurangan pasokan, dan mendorong harga chip memori.

Baca juga:Geser Huawei, Unisoc Bakal Menjadi Pembuat Chipset Terbesar Ketiga?

Harga unit prosesor pusat (CPU) PC dan server, yang merupakan produk utama Intel, telah naik relatif lebih tinggi dibanding harga chip memori. Menurut The Wall Street Journal, meski chip memori memiliki harga jual lebih rendah daripada CPU, tetapi permintaannya jauh lebih tinggi.

Baca juga :  Nomor 1 di Industri Smartphone, Mampukah Xiaomi Rajai Pasar Laptop Tanah Air?
Baca juga :  Pengguna HarmonyOS 2 Tembus 70 Juta

Sementara itu disisi lain, Industri memperkirakan bahwa Samsung akan terus menjadi pembuat chip terbesar di dunia jika didasari dengan pendapatan untuk saat ini, dengan didorong oleh peningkatan permintaan chip memori yang stabil.

Firma riset pasar Gartner memperkirakan bahwa penjualan chip memori global akan melonjak 33 persen tahun ini, sedangkan penjualan CPU hanya akan tumbuh sebanyak 4 persen. Fakta yang menyebutkan bahwa penjualan PC yang meningkat sejak penyebaran Covid-19, baru-baru ini dikabarkan penjualannya sudah mulai merosot, yang diperkirakan bakal berdampak negatif pada Intel.

Tonton juga video di bawah ini:

spot_img

Artikel Terbaru