spot_img
BerandaNewsTelcoIndef: Persaingan Internet Broadband Semakin Sengit!

Indef: Persaingan Internet Broadband Semakin Sengit!

-

Jakarta, Selular.ID – Akuisisi XL Axiata terhadap Link Net (First Media) merupakan langkah tepat untuk memperluas jaringan dan pengembangan bisnis baik bagi XL Axiata maupun Link Net.

“Mereka bisa bersaing dengan kompetitor masing-masing dengan memperkuat jaringannya ke daerah yang mugkin terbatas layanan XL Axiata namun terjangkau First Media, ataupun sebaliknya. Jadi menguntungkan bagi keduanya,” Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda, saat dihubungi tim Selular, Selasa (3/8).

Baca juga: XL Axiata Akuisisi Link Net, Pengamat: Kombinasi yang Bagus untuk Deployment 5G

Kedepan Huda menilai aksi korporasi untuk akuisisi atau merger bakal menjadi trend antar perusahaan TIK. “Ini akan semakin menjamur dengan tujuan membentuk sebuah ekosistem TIK yang lebih sempurna. Seperti XL Axiata dan Link Net ini merupakan kombinasi yang komplit seperti grup Telkom. Maka ke depan pengembangan ekosistem akan semakin marak dilakukan, salah satunya melalui merger dan akuisisi tersebut,” lanjutnya.

Dan terlebih pula perkembangan industri TIK bisa menimbulkan efek positif bagi masyarakat dan kini terasa sangat dibutuhkan, maka dengan semakin maraknya pemain di industri TIK,  tak bisa dipungkiri keuntungan berupa harga  akan semakin bersaing.

Sebagai catatan, Huda menjelaskan berdasarkan data BPS, pertumbuhan sektor teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) masih bisa tumbuh dua digit pada tahun 2020 kemarin, dimana sektor lainnya banyak yang turun drastis.

Baca juga: Pengamat: Akuisisi XL Axiata-Link Net Bakal Saling Menguntungkan    

Sehingga dapat disimpulkan alasannya adalah penetrasi internet yang semakin masif di Indonesia ketika pandemi mulai menghantam.  “Kegiatan masyarakat seperti bekerja, belajar, dan jual beli banyak dilakukan secara online dengan teknologi internet. Maka permintaan industri TIK masih akan naik seiring masih berlakunya pembatasan kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga :  Jangan Sampai Gelaran 5G Indonesia Hanya Menjadi ‘Karpet Merah’ Aplikasi Asing, Rugi!

Pasar masih sangat luas

Kemudian dari langkah akuisisi XL Axiata terhadap Link Net juga bisa mengarahkan perhatian kita soal, bagaimana potensialnya pasar internet broadband atau koneksi internet yang digunakan di rumah ini.

Bahkan PLN pun sampai rela melebarkan sayap bisnisnya untuk terbang dan hinggap ke bidang internet broadband, dan menjajakan layananya yang tak dipungkiri tergolong sangat murah. Maka kata Huda jika pemain lainnya masuk maka persaingan harga akan semakin tambah sengit.

Baca juga :  Hambat Gelaran Infrastruktur Jaringan, Moratelindo: Bangun dari Jakarta-Cikarang Saja Butuh 29 Perizinan

Baca juga: Pengguna Internet Rumah XL Home Naik 200% di Bandung

“Selain dari harga, kualitas layanan juga akan semakin bersaing. Pelanggan semakin punya banyak pilihan menarik di industri TIK. Yang cepat dan menawarkan harga murah pasti akan menang,” papar Huda.

Dan ini juga menjadi seruan bagi Grup Telkom (Indihome, Telkom, Telkomsel) untuk segera berbenah melalui peningkatan di sisi layanan dan harga yang kompetitif.

“Saya rasa ke depan kompetisi di bidang TIK akan semakin ramai, terlebih di bidang internet kabel. PLN pun masuk ke sana, begitu juga dengan PGN. Hal ini menunjukkan pangsa pasar masih sangat luas dan terbuka buat pemain baru yang ingin masuk ke industri internet kabel,” tandasnya.

spot_img

Artikel Terbaru