IDC: Top 5 Indonesia, Pengiriman Smartphone Capai 10,6 Juta Unit Q2-2021

Jakarta, Selular.ID – Dua firma riset berbeda menunjukkan jawara yang sama untuk penguasa pasar ponsel Indonesia selama kuartal kedua tahun ini. Setelah Canalys, IDC juga mengeluarkan laporan dimana Xiaomi menduduki posisi teratas Top 5 Brand Smartphone di tanah air untuk periode April–Juni 2021.

Pada tampilan bagan tabel, IDC tidak menyebut angka persentase secara eksplisit. Menurutnya lima besar merek smartphone di Indonesia untuk kuartal kedua 2021 secara berturut-turut adalah Xiaomi (~27%), Oppo (~19%), Vivo (~17%), Samsung (~16%), dan Realme (~12%).

Dalam siaran resmi, Senior Research Manager, Client Devices, IDC Asia/Pacific Kiranjeet Kaur mengatakan pasar smartphone Indonesia tetap menggiurkan meski negara berjuang melawan Covid-19 di 2Q21.

Dalam laporannya, IDC menyebut pengiriman smartphone pada 2Q21 tumbuh 49% dibandingkan 2Q20 dan 10% dibandingkan 2Q19, mencapai 10,6 juta unit karena penjualan tetap kuat untuk sebagian besar kuartal kedua. Average Selling Price (ASP) Smartphone turun menjadi US$172 dari US$178 pada kuartal lalu.

Dikarenakan Indonesia mengalami gelombang kedua COVID-19 mulai Juni 2021, mendorong pemerintah untuk mengubah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro menjadi PPKM Darurat yang lebih ketat di bulan Juli. PPKM yang lebih ketat di wilayah Jawa-Bali dan beberapa titik penting di luar Jawa-Bali menyebabkan retail shutdown di tempat – tempat tersebut. Hal ini, menurut Kaur, diperkirakan akan berdampak pada penjualan di 3Q21. Keterbatasan pasokan yang terus berlanjut dan kenaikan harga smartphone meningkatkan tekanan pada pasar smartphone.

Kendati diterpa pandemi, pemain smartphone terus menghadirkan handset 5G seiring dengan peluncuran jaringan 5G oleh perusahaan telekomunikasi terkemuka. IDC memparkan penjualan 5G meningkat dua kali lipat QoQ, melewati setengah juta unit di 2Q21, dengan ASP sebesar US$575, yang merupakan penurunan 30% dari kuartal lalu.

Berada di puncak, Xiaomi naik ke posisi teratas menurut pantauan IDC karena Redmi 9A/9C. Ponsel cenderung memiliki harga lebih rendah, terus populer di pasar. Selain itu, Xiaomi juga terus membangun kehadiran salurannya di negara ini.

Mantan jawara kuartal lalu OPPO turun ke posisi kedua, memimpin di segmen kelas bawah (USD$100<US$200), tetapi posisinya direbut oleh Xiaomi di segmen kelas menengah (USD$200<US$400).

Mantan jawara lainnya Vivo naik satu tingkat, walau masih jauh dari posisi teratas yang dipegangnya pada tahun 2020. Vivo mengandalkan portofolio smartphone di segmen kelas bawah yang menyumbang hampir 90% dari pengirimannya.

IDC mengungkapkan Samsung mengalami penurunan penjualan karena menghadapi kendala pasokan untuk seri A yang populer dan sempat mendapatkan daya tarik yang baik di pasar setelah rilis beberapa bulan sebelumnya.

Sementara di posisi buncit ada Ralme yang merilis beberapa ponsel seri C yang terjangkau dan mulai memasuki ruang 5G dengan peluncuran varian 5G untuk Realme 8.