spot_img
BerandaNewsMarket UpdatePasar IoT Global Diprediksi Menembus $1 Triliun Pada 2024

Pasar IoT Global Diprediksi Menembus $1 Triliun Pada 2024

-

Jakarta, Selular.ID – Seiring dengan komersialisasi teknologi 5G di banyak negara, pendapatan dari Internet of Things (IoT) global akan bernilai $ 1,1 triliun pada 2024, dengan sebagian besar pertumbuhan berasal dari perangkat yang dapat dikenakan.

Kajian yang dilakukan GlobalData, menunjukkan bahwa pasar IoT global mencapai $622 miliar pada 2020, naik dari $586 miliar pada tahun 2019, dan akan tumbuh mencapai $1.077 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13 persen selama periode tersebut.

Dominasi IoT enterprise akan berlanjut di masa mendatang. IoT enterprise mendominasi pasar IoT secara keseluruhan, menghasilkan 76 persen dari total pendapatan pada tahun 2020. GlobalData memperkirakan segmen ini masih menempati 73 persen dari keseluruhan pasar IoT pada 2024.

“Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung telah menyoroti peran penting IoT dalam kehidupan kita. Beberapa kasus penggunaan IoT melihat adopsi yang berkembang selama pandemi, termasuk menggunakan kamera termal yang terhubung untuk mendeteksi potensi infeksi Covid-19 dan sensor untuk memantau kantor. tingkat hunian,” kata Jasaswini Biswal, Associate Project Manager for Thematic Research di GlobalData.

Gelombang transformasi digital baru yang didorong oleh Covid-19 akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di semua pasar IoT.

“Permintaan akan teknologi yang dapat membantu tenaga kerja kembali bekerja dengan aman meningkat dan kemungkinan akan terus bertambah. Aplikasi IoT seperti perangkat pelacakan kontak dan perangkat pemantau kesehatan menyediakan data penting untuk membantu memerangi pandemi,” tambah Biswal.

Menurut survei GlobalData, 48 persen responden menunjukkan sentimen positif terhadap IoT, dan 45 persen percaya IoT akan memainkan peran penting dalam generasi bisnis baru selama tiga tahun ke depan.

Di Indonesia sendiri, Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) menilai bahwa pada tahun ini permintaan terhadap perangkat IoT akan melesat. Adopsi digital yang kuat selama pandemi diprediksi membuat permintaan terhadap perangkat yang dihubungkan dengan internet semakin tinggi.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya mengatakan bahwa IoT menjadi tulang punggung dalam mendorong transformasi digital di sejumlah sektor selama pandemi Covid-19. Pada 2022 jumlah perangkat atau sensor IoT yang digunakan di Indonesia mencapai 400 juta sensor dengan nilai pasar sekitar Rp 350 triliun.

Asioti menilai pertumbuhan industri IoT pada tahun ini juga akan terdorong oleh proses percepatan pemulihan ekonomi. Penerapan teknologi membantu dalam proses pengambilan keputusan agar lebih cepat dan automasi sehingga lebih efisien secara waktu dan biaya.

spot_img

Artikel Terbaru