spot_img
BerandaNewsRumourHonor 50 Bakal Dilengkapi Dengan Layanan Google Seluler

Honor 50 Bakal Dilengkapi Dengan Layanan Google Seluler

-

Jakarta, Selular.ID – Honor 50 bisa dibilang salah satu series terbaru yang banyak dinantikan oleh pecinta smartphone, terutama fans Honor.

Sudah cukup banyak spekulasi yang beredar tentang ponsel cerdas yang akan hadir ini, salah satunya informasi mengenai dapur pacunya yang konon dirumorkan bakal datang dengan menyokong prosesor Snapdragon 778G.

Kemudian sekarang, juga telah dikonfirmasi bahwa handset tersebut akan memiliki Layanan Google Seluler. Informasi ini dikonfirmasi langsung melalui laman Twitter resmi milik Honor Jerman.

Dalam cuitan nya, akun tersebut menjawab sebuah pertanyaan dari salah satu netizen yang bertanya apakah seri Honor 50 bakal memiliki Layanan Seluler Google atau tidak.

Jika kabar itu benar adanya, itu jelas merupakan kabar baik bagi para penggemar Honor di seluruh dunia. Juga, mengingat tweet asli tentang seri Honor 50, yang dikatakan bahwa smartphone anyar itu bakal diumumkan di Jerman. Tanggal peluncuran dari series Honor 50 masih tersembunyi. Tetapi, kemungkinan jadwalnya tak akan lama lagi.

Baca juga:Bos Honor: Honor 50 Bakal Ditenagai Snapdragon 778G

Sekedar mengingatkan, tahun lalu, Huawei menjual Honor kepada Zhixin New Information Technology Co. Ltd, sebuah konsorsium yang dibentuk oleh agen dan dealer merek Honor dan Shenzhen Smart City Development Group Co. Ltd.

Usai pengalihan merek tersebut ke pemilik baru, Honor telah mengadakan pembicaraan dengan perusahaan Amerika yang sebelumnya dilarang berbisnis ketika masih dimiliki oleh Huawei.

Beberapa dari perusahaan tersebut termasuk Qualcomm dan Google yang menjadi pertama untuk chipsetnya, dan yang kedua untuk layanan selulernya untuk perangkat yang dijual di luar Cina.

Berdasarkan pengumuman baru-baru ini, dapat diambil kesimpulan bahwa pembicaraan dapat berjalan dengan lancar, juga dikatakan bahwa Honor sekarang dapat berbisnis dengan perusahaan-perusahaan ini dan lainnya, yang sebelumnya dilarang oleh pemerintah AS.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru