spot_img
BerandaAppsBuntut Merger Gojek Tokopedia, Persaingan Di Ranah Ekonomi Digital Kian Meruncing

Buntut Merger Gojek Tokopedia, Persaingan Di Ranah Ekonomi Digital Kian Meruncing

-

Jakarta, Selular.ID – Merger Gojek dan Tokopedia membuat kedua startup raksasa tanah air itu tergabung dalam perusahaan baru, yakni Grup GoTo. Bersatunya dua perusahaan ini, digadang-gadang menjadi sebuah kolaborasi dua perusahaan berbasis digital paling potensial saat ini.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda, saat dihubungi tim Selular menjelaskan dampak persaingan dari merger antara Gojek dan Tokopedia ini semakin mengerucutkan persaingan di industri ekonomi digital Indonesia menjadi tiga group, yaitu GoTo, SEA Group, dan Grab,Ovo, Emtek.

“Ketiganya akan bersaing untuk menjadi pemenang. Perlu Anda ketahui di industri digital ada pepatah yaitu ‘the winners take all’ pemenang akan mengambil semua ceruk keuntungan. Penguasaan pasar akan menjadi isu utama nantinya, dimana akan semakin susah pemain selain ketiga grup itu untuk masuk dan menjadi pesaing utama,” jelasnya, Rabu (19/5).

Baca juga: Gojek Tokopedia Resmi Merger, Bentuk GoTo    

Dan kemudian sambung Huda, langkah yang diambil Gojek-Tokopedia di tahun ini dianggap seperti menjadi kunci pembuka, dimana akan banyak perusahaan digital kedepan mengambil upaya serupa guna memperkuat ekosistemnya.

“Kedepan strategi merger dan akuisisi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekosistem layanan digital dan efisiensi layanan. Dan salah satunya yang berpeluang adalah merger Ovo-Dana karena adanya pembelian saham Emtek oleh Grab. Bisa jadi nanti startup digital yang masih kecil diakuisisi oleh perusahaan digital besar untuk melengkapi ekosistemnya,” tuturnya.

Terlebih memang sifat perusahaan digital dikenal memiliki ruang gerak yang begitu fleksibel, lalu karakteristik dari perusahaan digital pun sebagian besar memang akan bertransformasi menjadi super apps dengan mengembangkan ekosistemnya masing-masing.

“Jadi dari pada mengembangkan layanan sendiri, mending mereka merger atau akuisisi platform lainya. Seperti yang dilakukan Gojek bersama loket.com sebelumnya. Saya rasa perusahaan digital lain akan mengarah ke srategi yang sama, yaitu membuat ekosistem,” ungkap Huda.

Baca juga: Ini Dia Fakta Menarik, Merger Gojek dan Tokopedia!

Terkait dengan pangsa pasar non-Indonesia, Huda menjelaskan sepak terjang GoTo untuk lingkup Asia Tenggara masih mungkin terlaksana, terlebih di negara-negara yang sudah ada Gojek-nya.

Namun persaingannya tak dipungkiri akan sangat ketat sekali, terutama dari SEA Group (induk Shopee) dan Grab yang sudah terlebih dahulu menguasai pangsa pasar Asia Tenggara. “Bahkan Keduanya sudah IPO dan mendapatkan dana segar yang jumlahnya tidak sedikit. Jadi lumayan berat bagi GoTo untuk compete, tapi masih bisa seharusnya,”jelasnya.

Langkah selanjutnya

Pasca merger, langkah yang perlu diambil oleh Gojek dan Tokopedia ialah perlu memberil notifikasi/laporan ke Wasit persaingan usaha yakini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas kegiatan tersebut, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak kegiatan itu sah terjalin secara yuridis. Berdasarkan peraturan yang berlaku, UU No 5/1999, tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Terlebih lagi Gojek dalam hal ini pernah di denda sebesar Rp3,3 miliar oleh KPPU karena telat memberi pemberitahuan soal akuisisi PT Global Loket Sejahtera (Loket.com), yang terjadi pada 2017 lalu.

Baca juga: Merger Gojek dan Tokopedia Tak Terelakan

Kemudian hingga kabar merger ini terjalin pun, pihak KPPU mengabarkan belum memperoleh notifikasi  perihal merger Gojek dengan Tokopedia. Alhasil, KPPU belum dapat memberikan penilaian terhadap proses merger tersebut apakah berdampak pada praktik monopoli atau tidak.

Huda menekankan berkeca pada persoalan kemarin, seharusnya proses ini sudah dipersiapkan agar kejadian serupa tidak berulang kembali. “Yang pasti untuk kesepakatan merger kali ini Gojek seharusnya bisa bertindak sesuai aturan dengan mengirimkan notifikasi ke KPPU agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” papar Huda.

Langkah selanjutnya GoTo harus bertindak untuk mengintegrasikan layanan di Gojek dan Tokopedia untuk bisa dijadikan satu layanan saja seperti layanan finansial yang akan disatukan ke dalam GoTo Financial. “lalu juga tidak kalah penting, selanjutnya GoTo juga harus mencari pendanaan untuk segera bersaing dengan kompetitor masing-masing lini bisnis (Grab dan Shopee),” lanjutnya.

Namun hadirnya GoTo tentu selain menjadi nilai tambah dari ekosistem digital, konsumen dalam geliat persaingan ini juga akan sangat diuntungkan dalam jangka pendek, karena tebar bonus dan diskon akan masih menjadi cara pamungkas untuk menarik perhatian banyak konsumen. “Namun yang perlu diperhatikan lagi dalam jangka panjang penguasaan pasar akan berdampak kepada persaingan usaha yang semakin tidak kompetitif bagi pesaing di luar tiga grup besar tersebut,” tandasnya

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru