Beranda News Startup Merger Gojek dan Tokopedia Tak Terelakan

Merger Gojek dan Tokopedia Tak Terelakan

-

Jakarta, Selular.ID – Dua perusahaan startup raksasa Indonesia, yaitu Gojek dan Tokopedia dilaporkan semakin dekat dengan kesepakatan merger. Kabarnya syarat kesepakatan merger itu telah disetujui, artinya tinggal menunggu restu dari para pemegang saham.

Ketika tim selular coba mendapatkan konfirmasi ke tokopedia terkait isu merger itu, platform e-commerce yang identik berwarna hijau itu masih enggan berkomentar. Begitu pun Gojek masih bungkam seribu bahasa.

Baca juga: Pengamat: Aturan Predatory Pricing Jangan Sampai Merugikan Satu Pihak

Hanya saja yang perlu digaris bawahi, itikad merger Gojek dan Tokopedia di era baru yang serba mengandalkan kemampuan teknologi ini sudah tidak bisa dielakan.     Apalagi upaya merger yang dilakukan pun secara otomatis akan membuat perusahaan semakin besar, sehingga menjalankan bisnis menjadi semakin kuat.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda  menurutkan kepada selular,  jika karakteristik dari perusahaan digital Sebagian besar memang akan bertransformasi menjadi super apps dengan mengembangkan ekosistemnya masing-masing.

“Dari pada mengembangkan layanan sendiri, mending mereka merger atau akuisisi platform lainya. Seperti yang dilakukan Gojek bersama loket.com atau rencana merger dengan Tokopedia saat ini. Saya rasa perusahaan digital lain akan mengarah ke srategi yang sama, yaitu membuat ekosistem,” ungkap Huda.

Apabila nanti para pemegang saham telah merestui rencana merger keduanya, maka Gojek dan Tokopedia tinggal merampungkan transaksi dengan segera.

Baca juga: Respon Tokopedia Soal Isu Predatory Pricing: Sudah Waktunya Menjunjung Tinggi Produk Indonesia  

Perlu Anda ketahui pula, kedua startup raksasa yang sama-sama berwarna hijau ini, diketahui disokong oleh beberapa investor besar.

Adapun salah satu pemegang saham Tokopedia adalah Alibaba Group, sementara beberapa investor Gojek di antaranya adalah Warburg Pincus dan Tencent Holdings. Mereka juga memiliki investor yang sama, seperti Temasek Holdings, Sequoia Capital, dan Google.

Pada Januari lalu, Reuters melaporkan bahwa Gojek dan Tokopedia kemungkinan akan melakukan dual listing di Jakarta dan Amerika Serikat dengan mengincar dana hingga 18 miliar dollar AS atau sekitar Rp 263 triliun.

Angka yang cukup membuat entitas keduanya nanti menjadi super apps yang mampu menawarkan layanan e-commerce, ekspedisi, transportasi umum, pesan-antar makanan, dan layanan lainnya.

Artikel Terbaru