Beranda News Policy ASO Ciptakan Penghematan Signifikan  

ASO Ciptakan Penghematan Signifikan  

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah telah menargetkan penghentian penyiaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) berakhir di 2 November 2022. Melalui kebijakan tersebut digadang-gadang menciptakan penghematan signifikan, yang tentunya dinilai sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad Ramli menuturkan, migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital setidaknya berdampak positif terutama pada sektor teknologi dan ekonomi.

Baca juga: Telkomsel Konsisten Persiapkan Jaringan 5G  

“Keuntungan dari aspek teknologi adalah terjadi penghematan yang signifikan. Karena kalau misalnya dulu yang namanya satu kanal itu hanya bisa digunakan oleh satu TV, Kalau di sini bisa sampai 12 TV,” jelasnya.

Dengan rasio 1 banding 12 tersebut, penyelenggara penyiaran dinilai tidak harus mempunyai infrastruktur multiplexer. Sama halnya dengan teknologi 5G yang secara otomatis mempunyai 112 MHz di frekuensi 700 akan terdorong lebih cepat.

“Saat ini masyarakat keluhannya hanya satu, sinyal internet jelek dan seterusnya, antara lain karena frekuensi kita terbatas,” papar Dirjen Ramli.

Baca juga: Pengamat: Tanpa Adanya Backbone Fiber Optic, 5G Tidak Terlaksana  

Sedangkan keuntungan dari sisi ekonomi, Dirjen PPI Kementerian Kominfo mencontohkan jika 10% broadband internet bertumbuh, akan ada dampak sekitar 1,25% untuk pertumbuhan ekonomi. “Ini kan sebetulnya spektakuler dan sekarang kita rasakan ketika semua orang berhenti berkegiatan seperti di mall tutup, tempat wisata tutup dan lain-lain, tapi yang namanya perdagangan online jalan terus, karena apa? Karena internet,” ujarnya.

Lalu Dirjen Ramli menambahkan salah satu sektor yang tidak bisa dibatasi oleh pandemi Covid-19 adalah akses ekonomi melalui jaringan telekomunikasi. “Kita bisa menyaksikan sekarang begitu banyak mungkin jutaan orang yang tadinya mungkin tidak memiliki pekerjaan, jadi punya pekerjaan minimal jadi driver gojek. Kalau kita masih (jaringan seluler) 2G atau 3G, gak mungkin ada Gojek yang bisa beroperasi dengan fasilitas online seperti itu,” tandasnya.

Artikel Terbaru