Beranda Apps Akibat Kicauannya, Akun Twitter Donald Trump Akan Ditutup Permanen?

Akibat Kicauannya, Akun Twitter Donald Trump Akan Ditutup Permanen?

-

Jakarta,Selular.ID – Twitter dikabarkan baru saja menutup sementara akun milik Donald Trump,(@realDonaldTrump) karena berkicau soal dukunganya terhadi aksi kekerasan yang sedang berlangsung di tengah demonstrasi di Gedung Capitol (DPR/MPR AS), di Washington DC.

Ada tiga tweet yang dianggap sosial media berlogo burung ini melanggar kebijakan Integritas Sipil, yang kemudian Twitter meminta Trump untuk menghapur postinganya tersebut. Apabila twit yang dimaksud tidak juga dihapus oleh Trump, Twitter mengancam akan menangguhkan akun Donald Trump selamanya (permanen).

Baca juga: Facebook, Twitter, dan Youtube Akan Diblokir Di Rusia, Ada Apa?

Bedasarkan catatan GSMArena, pada Kamis (7/1) akun @realDonaldTrump sementara akan ditangguhkan selama 12 jam setelah penghapusan tweet tersebut yang dilakukan pada Rabu (6/1). Langkah in diambil agar tweet provokatif tersebut tidak bisa di-reply (jawab), retweet, dan like (disukai).

Tiga tweet yang diunggah Trump ada yang berupa video yang mengatakan kepada pendukungnya untuk pulang, dan secara lantang menyebut bahwa pemilu yang berlangsung kemarin adalah bentuk kecurangan. Dan kemudian menyebut para perusuh sebagai orang yang ‘sangat istimewa’.

Menurut laporan kini tiga tweet yang dipermasalahkan telah hilang dari akun Twitter Donald Trump. Termasuk video yang dianggap menghasut kekerasan. YouTube juga telah menghapus pidato Donald Trump yang dimaksud dalam platformnya. Sebelum dihapus, Tweet tersebut diberi label peringatan yang menunjukkan risiko kekerasan dan mengarahkan netizen ke halaman pemeriksaan fakta tentang hasil pemilu.

Baca juga: Kominfo Siapkan Peraturan Menteri Untuk Blokir Sosial Media

Dan tak hanya twitter,  Facebook juga telah memblokir Trump untuk memposting di situs tersebut selama 24 jam. Kemudian Akun Trump di Instagram milik Facebook juga akan dikunci selama 24 jam, keputusan itu diambil setelah perusahaan menghapus postingan yang Trump buat untuk mendukung massa pro-Trump yang menyerang Capitol AS.

Sekedar informasi di hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol pada Rabu (6/1) berlangsugn ricuh, prosesi pengesahan ini diserbu massa pendukung Presiden Donald Trump dalam upaya untuk menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. Bahkan aksi masa yang rusuh itu berhasil merangsek ke dalam gedung Capitol. Dalam aksi ini, seorang wanita tewas ditembak dan puluhan demonstran lainnya luka-luka.

Artikel Terbaru