Beranda News Kominfo Siapkan Peraturan Menteri Untuk Blokir Sosial Media

Kominfo Siapkan Peraturan Menteri Untuk Blokir Sosial Media

-

Jakarta, Selular.ID – Isu blokir sosial media sebelumnya santer terdengar, akibat imbas demo penolakan UU Cipta Kerja yang berlangsung beberapa waktu lalu, bahkan Menkominfo Johnny G. Plate sebelumnya telah menegaskan jika kabar itu merupakan kabar hoaks.

Sementara itu, dalam acara Konferensi Pers bertajuk ‘Strategi Kominfo Menangkal Hoaks covid-19’ Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Samuel Abrijani Pangerapan juga menyinggung soal teknis pemblokiran sebuah sosial media yang tidak mudah.

“Itu ada tahapanya, tidak bisa asal blokir harus ada bukti hukumnya. Tidak bisa pemerintah serta merta minta blokir, itu tidak bisa dan itu ada tahapannya. Apalagi kita masuk ke era demokrasi, tidak mungkin pemerintah bermain tangan besi,” ujar Semuel, Senin (19/10).

Baca juga: Kominfo Take Down 1,759 Unggahan Hoaks Covid-19

Perlu Anda ketahui, permintaan pemblokiran media sosial atau konten pemerintah harus mengikuti protokol tetap dengan menyertakan aturan yang membuktikan bahwa konten atau media sosial itu mengandung hoaks. Kemudian pemerintah bisa melakukan penutupan ke sosial media yang terbukti tidak menangani dengan baik kabar hoaks, terlebih Samuel menegaskan sosial media bisa ditindak, apabila tidak bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk melawan hoaks.

Kemenkominfo dalam hal ini disebut Samuel, sedang menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) yang akan mengatur dengan jelas tahapan pemblokiran sosial media. Dalam aturan itu, akan secara gamblang mengatur bagaiaman teknis pemblokiran berikut sanksinya terhadap sosial media yang tidak bisa bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

“Peraturan Menteri ini akan membahas soal sanksi administratif dan kejelasan hukum dalam pemblokiran media sosial. Apalagi kita nantinya akan ada permen baru di mana tahapannya lebih jelas dan sebelum melakukan pemblokiran itu ada tahapan dikenakan sanksi administratif seperti denda. Itu akan memberikan efek jera dan nanti akan lebih jelas aturannya yang mana,” tandas Semuel.

Buyer's Guide

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

7 Smartphone Xiaomi dengan Fast Charging Hingga 65W

Jakarta, Selular.ID – Bulan lalu kami menghadirkan panduan belanja tujuh smartphone Xiaomi dengan fitur...

5 Smartphone Oppo dengan Quad Camera Terbaik

Jakarta, Selular.ID -   Kamera kini menjadi salah satu fitur penting dalam memilih sebuah smartphone....

Smartphone Refresh Rate 90Hz Harga Rp2 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Bagi penggemar game mobile, teknologi refresh rate sangat diperlukan supaya bisa...

Xiaomi Redmi 9 Lunar Gold Meluncur di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Xiaomi kembali merilis anggota baru dari jajaran Redmi 9 Series. Perangkat...

Oppo Reno4 Pro Banting Harga

Jakarta, Selular.ID - Memasuki bulan November, dua ponsel Oppo mendapat penyesuaian harga. Baru diluncurkan...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait