Thursday, September 24, 2020
Home Apps Penggunaan Aplikasi Traveling di Indonesia Meningkat 700% Saat Pandemi

Penggunaan Aplikasi Traveling di Indonesia Meningkat 700% Saat Pandemi

-

Jakarta, Selular.ID – Saat pandemi seperti sekarang ini, semua aktivitas di luar tidak dapat dilakukan, salah satunya traveling. Dengan melihat ketidamungkinan berpergian, harusnya aplikasi traveling jarang dilirik. Namun hal itu justru di luar dugaan.

Dari insights yang ditemukan ADA yang layanan Business Insight, di masa pandemi, ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi traveling di Indonesia selama Maret 2020.

Peningkatan tersebut mencapai 700% pada pertengahan bulan Maret. Hal ini menjadi indikasi bahwa keinginan untuk bepergian tidak surut karena pandemi.

Faradi Bachri, Country Director ADA Indonesia menjelaskan, dengan peningkatan itu menunjukan, bahwa Covid 19 tidak mematahkan keinginan masyarakat untuk bepergian.

Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, mereka pun menghabiskan waktunya untuk melihat aplikasi atau konten yang berkaitan dengan traveling.

“Tugas pemain bisnis adalah menangkap keinginan tersebut, kemudian membuat solusi bagi konsumen,” ujar Faradi.

Seperti yang disarankan Faradi, sejumlah industri traveling pun membaca peluang terebut. Disebutkan, keinginan masyarakat pun dijawab oleh pelaku industri traveling dengan bentuk promosi seperti pay now, stay (or fly) later.

Dengan promosi semacam ini, konsumen dapat merencanakan perjalanan dan membayar akomodasinya sekarang, kemudian melakukan perjalanan jika situasi kembali normal. Hal ini merupakan sebuah solusi tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga untuk keberlangsungan bisnis perusahaan.

Tidak hanya itu, dari temuan ADA, Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat. Menurut Global Web Index, terdapat lebih dari 76% pengguna Internet berusia 16 hingga 64 tahun yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan smartphone selama social distancing diberlakukan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi berlangsung.

Baca Juga :Booming Travelling, Mayoritas Beli Tiket Secara Online

“Banyak yang menyikapi perubahan perilaku konsumen ini sebagai kelesuan dalam bisnis,”. “Sebetulnya, konsumen tidak hilang. Mereka hanya beralih ke digital platform yang memungkinkan mereka untuk tetap beraktivitas dan bersoialisasi di tengah situasi pendemi,” ujarnya.

Selain beralih ke digital platform, situasi pandemi juga membuat masyarakat menahan konsumsinya. Pengeluaran terfokus pada kebutuhan harian, sementara sisanya akan disimpan atau ditabung. Masyarakat menunggu saat yang tepat untuk melakukan pengeluaran di luar kebutuhan harian.

Latest