Thursday, July 16, 2020
       
Home News Kanada Tetap Lanjutkan Proses Persidangan Terhadap Putri CEO Huawei

Kanada Tetap Lanjutkan Proses Persidangan Terhadap Putri CEO Huawei

-

Jakarta, Selular.ID – CFO Huawei Meng Wanzhou kehilangan kesempatan untuk meminta proses ekstradisi AS diberhentikan, setelah seorang hakim Kanada memutuskan bahwa dakwaan yang diajukan terhadapnya memenuhi kriteria utama untuk melanjutkan kasus ini.

Para pejabat AS meminta ekstradisi Meng pada 2019, berusaha membawanya ke negara itu untuk diadili atas tuduhan penipuan bank dan sanksi.

Awal tahun ini, pengacaranya berpendapat bahwa kasus tersebut harus dibatalkan dengan alasan bahwa dakwaan tersebut tidak memenuhi standar yang dikenal sebagai kriminalitas ganda, yang menetapkan seseorang hanya dapat diekstradisi jika dugaan aktivitas mereka juga melanggar hukum Kanada.

Mereka mencatat bahwa sementara AS memberlakukan sanksi perdagangan terhadap Iran, Kanada tidak menerapkan larangan serupa. Namun jaksa penuntut Kanada berpendapat bahwa tindakan Meng akan dianggap sebagai penipuan terlepas dari sanksi.

Dalam keputusan yang dikeluarkan pada Kamis (27/5/2020), hakim Mahkamah Agung British Columbia menyimpulkan, “Sanksi AS adalah bagian dari urusan yang diperlukan untuk menjelaskan” bagaimana tindakan Meng mungkin menempatkan bank dalam risiko “tetapi mereka sendiri bukan bagian intrinsik.” ”Atas dugaan perilaku curangnya.

Hakim menambahkan argumen pembelaan Meng “akan memberikan penipuan ruang lingkup sempit artifisial” dan “secara serius membatasi kemampuan Kanada untuk memenuhi kewajiban internasionalnya dalam konteks ekstradisi untuk penipuan dan kejahatan ekonomi lainnya”.

Seperti dilaporkan laman Mobile World Live, Huawei mengatakan bahwa pihaknya “kecewa” dalam keputusan itu, tetapi mengharapkan “sistem peradilan Kanada pada akhirnya akan membuktikan bahwa Meng tidak bersalah”.

Putusan pengadilan Kanada itu berarti Meng yang merupakan anak perempuan CEO dan pendiri Huawei Ren Zhenfeng, akan dipaksa untuk tetap di Kanada, di mana ia telah berada di negara itu sejak penangkapannya pada Desember 2018.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Juni, dengan fokus pada apakah hak konstitusionalnya dilanggar ketika dia ditahan dan digeledah dengan alasan pemeriksaan imigrasi rutin.

Radio Kanada, CBC melaporkan pemeriksaan tambahan akan menentukan apakah ada cukup bukti terhadap Meng untuk pantas diekstradisi dan apakah pemindahannya akan “tidak adil atau menindas” di bawah kerangka hukum Kanada.

Di sisi lain, keputusan pengadilan Kanada untuk tetap melanjutkan proses persidangan terhadap Meng, seolah mempertegas perlakuan barat terhadap Huawei yang semakin keras.

Tengok saja, raksasa telekomunikasi China itu, kembali mendapat perpanjangan sanksi oleh AS sejak kebijakan pertama “daftar hitam perusahaan” diputuskan pada Mei tahun lalu. Terbaru, Huawei bahkan tak bisa berbisnis dengan TSMC (Taiwan Semi Conductor Company) akibat larangan AS.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest