Beranda News Enterprise Inggris Berencana Akhiri Keterlibatan Huawei Pada 2023

Inggris Berencana Akhiri Keterlibatan Huawei Pada 2023

-

Jakarta.Selular.ID – Perdana Menteri Boris Johnson berencana mengurangi keterlibatan pembuat peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies dalam jaringan 5G Inggris setelah merebaknya krisis ekonomi akibat pandemi virus corona.

Laporan Surat kabar terkemuka Daily Telegraph, Jumat (22/5), menyebutkan bahwa Johnson telah meminta para pejabat untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan China dalam infrastruktur Inggris menjadi nol pada 2023.

Surat kabar itu menambahkan, Johnson diperkirakan akan menggunakan lebih sedikit ketergantungan pada China sebagai sarana untuk meningkatkan pembicaraan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump setelah mundurnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejauh ini Downing Street menolak berkomentar atas spekulasi yang beredar itu. Huawei juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari berbagai media, termasuk Reuters.

Sebelumnya pada hari Jumat, The Times melaporkan bahwa Johnson telah menginstruksikan pegawai negeri sipil untuk membuat rencana untuk mengakhiri ketergantungan Inggris pada China untuk pasokan medis vital dan impor strategis lainnya.

Beijing dikritik karena menangani wabah koronavirus, yang dimulai dari Wuhan, China. Beijing membantah keras tuduhan AS yang menganggap tidak transparan tentang wabah itu, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar di seluruh dunia.

“Dia (Johnson) masih menginginkan hubungan dengan China tetapi kesepakatan Huawei akan ditingkatkan secara signifikan. Para pejabat telah diinstruksikan untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan Huawei secepat mungkin, ”kata sumber seperti dikutip Telegraph.

Keputusan terbaru yang diambil Boris Johnson mengubah arah kebijakan yang sebelumnya telah diambil oleh Inggris.
Pada akhir April lalu, London menegaskan akan memberikan Huawei untuk memiliki peran dalam membangun jaringan telepon 5G, meski pun dalam keadaan tertentu.

Contohnya, peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan 5G dari Huawei tidak boleh melebihi 35% dan tidak akan digunakan di lokasi geografis yang sensitif seperti pembangkit listrik dan pangkalan militer. Selain itu, Huawei tidak akan terlibat ke dalam “peralatan inti” jaringan.

Baca Juga :Masuki Era ‘New Normal’, Telkomsel dan Huawei Perkokoh Kemitraan

Saat itu, Inggris berpendapat bahwa mengecualikan Huawei akan menunda 5G, memunculkan biaya lebih banyak yang ditanggung konsumen, serta menimbulkan gejolak pada industri telekomunikasi.

Namun keputusan itu ditentang keras oleh AS. Menlu AS Mike Pompeo memperingatkan Inggris bahwa informasi Amerika hanya boleh melewati jaringan terpercaya.

EDITOR'S CHOICE 2020

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone di Harga Rp4-6...

Jakarta, Selular.ID – Sepanjang 2020, cukup banyak vendor yang merilis smartphone kelas menengah, misalnya...

Selular Editor’s Choice 2020: Most Valuable Smartphone

Jakarta, Selular.ID - Pangsa pasar segmen kelas menengah di Indonesia masih cukup menarik bagi...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Notebook

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan memiliki notebook terbaik tahun 2020 merupakan hal yang sangat wajib...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone for Education

Jakarta, Selular.ID – Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua kalangan masyarakat termasuk...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartwatch

Jakarta, Selular.ID – Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kesehatan menjadi focus utama...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone di Harga Lebih...

Jakarta, Selular.ID – Smartphone premium dengan bandrol harga lebih dari Rp10 juta  tidak dipungkiri...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait