Senin, 22 Juli 2024
Selular.ID -

Produksi Smartphone Samsung Sangat Terdampak Pandemi

BACA JUGA

Jakarta, Selular.ID – Pandemi virus corona tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan, sejumlah besar populasi dunia mengambil langkah-langkah jarak sosial ekstrim. Selain kesehatan, COVID-19 juga mengancam ekonomi global, yang berdampak ke semua industri dan bisnis.

Karena masyarakat cenderung untuk membeli produk-produk primer ketika keselamatan mereka terancam. Penjualan barang-barang seperti smartphone, tablet, dan wearable device diperkirakan akan sangat terpukul tahun ini.

Pasar smartphone terbesar di dunia telah mengalami penurunan besar dalam permintaan dan produksi sepanjang kuartal pertama tahun ini, dan mulai bulan lalu. Tidak ada vendor handset yang bisa menghindari resesi tak terduga ini, meskipun perusahaan tertentu mungkin lebih menderita daripada yang lain.

Samsung, misalnya, pada dasarnya tidak terlalu terpengaruh saat penutupan ramai-ramai pabrik di Cina pada Januari dan Februari. Namun ketika virus mematikan itu mulai menimbulkan memyebar di negara-negara seperti Brasil dan India, di situlah perusahaan keteteran.

Pembuat handset nomor satu di dunia saat ini mengalami penurunan produksi pada bulan April karena penutupan pabrik tersebut, serta permintaan global yang diprediksi menurun.

Bahkan, media di Korea menunjukkan, produksi smartphone Samsung saat ini berkurang sekitar 60 persen secara keseluruhan untuk April 2020 dibandingkan dengan “rata-rata produksi bulanan sebelumnya.”

Secara khusus, Samsung dilaporkan berencana memproduksi hanya 10 juta unit smartphone bulan ini, turun dari 25 juta unit untuk bulan “normal”.

Tentu saja, produksi handset tidak serta merta sejalan dengan pengiriman yang sebenarnya ke pembeli. Perusahaan berhasil menjual lebih dari 10 juta unit smartphone pada bulan April, mengandalkan sisa persediaan dari bulan Maret, ketika pandemi coronavirus mulai berdampak.

Eksekutif Samsung berharap rebound yang relatif cepat, berencana untuk “mengembalikan volume produksi ke normal pada bulan Mei.”

Secara alami, agar hal itu terjadi, pabrik perusahaan di Brazil dan India perlu dibuka dan kembali ke aktivitas normal, yang sama sekali tidak ada jaminan saat ini, sementara permintaan konsumen juga belum menunjukkan tanda yang menggembirakan.

Pasar smartphone secara keseluruhan bisa terus menurun hingga Juni, dengan penjualan diperkirakan akan meningkat pada Q3, meskipun itu bergantung pada banyak faktor yang sangat tidak stabil yang tidak ada hubungannya dengan industri seluler itu sendiri.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU