Wednesday, May 27, 2020
Home News Feature Dampak Larangan AS dan Covid-19, Huawei Tak Bisa Prediksi Kinerja 2020

Dampak Larangan AS dan Covid-19, Huawei Tak Bisa Prediksi Kinerja 2020

-

Jakarta, Selular.ID – Ketua rotasi Huawei Eric Xu, mengakui bahwa 2019 adalah tahun paling sulit yang pernah dihadapi perusahaan. Namun ia memperkirakan 2020 akan lebih keras karena dampak Covid-19 (coronavirus) membuat hampir mustahil untuk secara akurat memperkirakan kinerja.

Dalam paparan mengenai pendapatan perusahaan, Selasa (31/3/2020), Xu mengatakan 2020 akan menjadi periode penting karena perusahaan menghadapi tahun pertama pembatasan perdagangan AS, ujian ke rantai pasokan karena berkurangnya persediaan komponen, serta ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh pandemic virus corona.

Xu mengungkapkan, meski AS memblokade Huawei karena asalan keamanan, laba bersih yang diraih pada 2019 meningkat 5,6 persen tahun-ke-tahun menjadi CNY62,7 miliar ($ 8,8 miliar) pada pendapatan CNY858,8 miliar, naik 19,1 persen.

Kenaikan ini dipimpin oleh lonjakan 34 persen dalam penjualan di Consumer Business Group menjadi CNY467,3 miliar, dengan pengiriman ponsel pintar naik 16,5 persen menjadi 240 juta unit. Dibandingkan 2018, laba tercatat meningkat 25,1 persen dengan pendapatan naik 19,5 persen.

Selama 2019, pendapatan Carrier Business Group tumbuh 3,8 persen menjadi CNY296,7 miliar, dengan Enterprise 8,6 persen lebih tinggi pada CNY89,7 miliar.

Xu mengatakan pendapatan 5G mencapai sekitar $ 3 miliar, mewakili persentase kecil dari bisnis Carrier. Hal yang terbilang wajar mengingat 2019 merupakan tahun pengenalan layanan 5G di beberapa pasar, dan peluncuran skala besar belum terjadi.

Terbesar di China

Dalam paparan lain, Xu menjelaskan pendapatan dari China meningkat 36,2 persen menjadi CNY506,7 miliar, terhitung 59 persen dari total Huawei. Bisnis di Asia Pasifik (8,2 persen) turun 13,9 persen menjadi CNY70,5 miliar, sementara Amerika (6,1 persen) meningkat 9,6 persen menjadi CNY52,5 miliar.

Xu mengatakan pertumbuhan kuat dalam penjualan smartphone di China, di mana ia memperluas pangsa pasarnya, mengimbangi penurunan tajam setidaknya $ 10 miliar dalam penjualan di luar negeri setelah dimasukkan dalam daftar larangan entitas AS.

Pengeluaran litbang meningkat 30 persen menjadi CNY131,7 miliar, atau 15,3 persen dari total pendapatan. Xu mengatakan pengeluaran R&D dalam sepuluh tahun hingga akhir 2019 melebihi CNY600 miliar.

Menanggapi pertanyaan tentang dampak eskalasi pembatasan perdagangan AS, Xu mengatakan dia yakin pemerintah China dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap setiap larangan chip dan perusahaan domestik akan bereaksi dengan berinvestasi di fasilitas semikonduktor lokal.

“Kita bisa membayangkan dampak dari efek riak pada industri global. Harapan kami adalah setiap orang dapat bekerja bersama untuk fokus pada tantangan yang dihadapi industri dan memberikan solusi,” katanya.

Dalam hal inisiatif tambahan untuk meningkatkan transparansi perusahaan, Xu hanya mengatakan akan mempertahankan pendekatan yang sama seperti pada 2019.

TERBARU

Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

Jakarta, Selular.ID – Huawei menyangkal kabar seputar ketidakharmonisan hubungannya dengan negara Inggris. Perusahaan memastikan...

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp18,66 Triliun

Jakarta, Selular.ID - Sepanjang tahun 2019 Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57...

Transaksi Youtap Tumbuh 5x Lipat

Jakarta, Selular.ID - Youtap mencatat pertumbuhan volume transaksi non-tunai ShopeePay yang menggunakan jaringan merchantnya...

Latest