Saturday, March 28, 2020
Home News Feature Wabah Corona Mendorong Tumbuhnya Trafik dan Pendapatan Operator

Wabah Corona Mendorong Tumbuhnya Trafik dan Pendapatan Operator

-

Jakarta, Selular.ID – Wabah virus corona yang diprediksi bakal berkepanjangan selama dua kuartal pada tahun ini, dapat menjadi landasan bagi operator telekomunikasi untuk mendulang tambahan pendapatan.

Seperti dilansir dari Economic Times, Kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan-perusahaan di banyak negara di dunia, agar karyawan bekerja dari rumah, dapat meningkatkan konsumsi data dan memicu lonjakan tajam dalam permintaan untuk broadband rumah dan layanan jaringan pribadi virtual (VPN) dalam beberapa minggu mendatang.

Analis memperkirakan lonjakan sekuensial sekitar 15% pada tingkat konsumsi data di masing-masing dari dua kuartal berikutnya, yang akan menerjemahkan setidaknya 5% pertumbuhan pendapatan kuartal untuk perusahaan telekomunikasi.

Konsumen juga cenderung meningkatkan frekuensi pengisian ulang ponsel karena mereka diharapkan untuk menggunakan alokasi data mereka lebih cepat dalam skenario seperti itu.

Hambatan potensial pada pertumbuhan pendapatan, kemungkinan terletak pada menurunnya kemampuan usaha kecil & menengah (UKM) untuk membeli koneksi data massal di tengah penurunan kegiatan ekonomi.

“Operator telekomunikasi akan menjadi penerima manfaat terbesar karena infrastruktur telekomunikasi pada akhirnya akan menjadi enabler utama untuk platform virtual, demi untuk meminimalkan gangguan bisnis karena jarak sosial,” kata mantan CEO Bharti Airtel, Sanjay Kapoor.

Di India sendiri konsumsi data, kata Sanjay, akan meningkat signifikan. Hal ini memberi peluang bagi tiga operator telekomunikasi untuk menghasilkan uang, sekaligus menumbuhkan pendapatan. Apalagi jika pandemi itu bertahan selama beberapa kuartal berikutnya.

Rajiv Sharma, kepala penelitian di SBICap Securities, memperkirakan lonjakan 15% dalam konsumsi data dalam waktu dekat akan didorong oleh lonjakan permintaan untuk koneksi broadband rumah dan layanan VPN dari perusahaan menengah – di Rs 500-1.000 crore kategori turnover — untuk staf mereka yang bekerja dari rumah.

Rajiv menambahkan, peluang pasar gabungan yang dapat dialamatkan untuk layanan bisnis perusahaan dan solusi konektivitas rumah untuk ketiganya naik 25-30% dalam jangka menengah jika wabah pandemi adalah yang berkepanjangan.

Industri memperkirakan pasaran broadband rumah saat ini dan peluang pasar layanan bisnis perusahaan mencapai sekitar Rs 30.000-34.000 crore.

Airtel, Jio dan Vodafone Idea akan melihat percepatan permintaan untuk paket broadband rumah, khususnya di daerah perkotaan, dan layanan VPN, yang dapat menyebabkan sekitar 10% pertumbuhan berurutan dalam broadband rumah dan pendapatan bisnis perusahaan pada kuartal keempat fiskal.

Rajiv menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan tersebut akan berlanjut ke periode April-Juni FY21, jika pandemi berlanjut untuk periode yang lebih lama.

Vodafone Eropa

Tak hanya di India, konsumsi data yang melonjak signifikan juga terjadi di Eropa. Seperti dilaporkan Reuters, Vodafone, operator seluler terbesar kedua di dunia, mengatakan krisis corona virus menyebabkan lalu lintas data di jaringannya meningkat, dengan permintaan sudah meningkat 50% di beberapa pasar.

Vodafone yang berbasis di Inggris, mengumumkan rencana pada Rabu (18/3/2020) untuk mempertahankan layanan jaringan dan menyediakan kapasitas untuk fungsi-fungsi penting pemerintah di Eropa. Kebijakan itu diambil karena pihaknya memperkirakan penggunaan data akan terus meningkat.

Jaringan Vodafone tersebar di berbagai negara Eropa termasuk Italia dan Spanyol, yang telah terpukul paling parah oleh virus di Eropa, serta Jerman, pasar terbesarnya, dan Inggris.

Jutaan orang di Eropa telah beralih ke bekerja di rumah, menguji jaringan dan meningkatkan lalu lintas data.

Beberapa operator Eropa melaporkan masalah konektivitas pada hari Selasa, tetapi mereka mengatakan secara umum jaringan berkinerja baik.

Chief Executive Vodafone Nick Read, mengatakan perusahaannya dapat memainkan peran penting dalam mendukung masyarakat selama krisis, termasuk bekerja lebih dekat dengan pemerintah.

“Melalui jaringan kami, dan tim kami yang berdedikasi, kami akan berusaha untuk memastikan bahwa orang-orang tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman mereka, bisnis dapat terus berjalan menggunakan kerja jarak jauh, layanan kesehatan kami mendapatkan semua dukungan yang dapat kami berikan dan siswa dapat melanjutkan pendidikan mereka secara virtual, ” katanya.

Trafik Telkomsel dan XL Axiata

Seperti halnya operator di berbagai belahan dunia, sejak diberlakukannya himbauan belajar dan bekerja dari rumah karena wabah virus corona, Telkomsel mencatat terjadi lonjakan trafik komunikasi payload layanan berbasis data dan digital.

Payload layanan berbasis data dan digital tercatat naik hingga 5% dibandingkan periode sebelum diberlakukannya himbauan tersebut. Sedangkan, untuk layanan voice dan SMS cenderung stabil dibandingkan periode yang sama.

Operator terbesar di Indonesia, mencatat kenaikan trafik komunikasi layanan berbasis data dan digital dikontribusi oleh tumbuhnya payload layanan sistem belajar berbasis daring (e-learning) yang mencapai 236%, komunikasi pesan instan 19%, games online 13% dan layanan digital berbasis cloud storage yang umumnya juga digunakan sebagai penunjang sistem layanan aplikasi bekerja secara daring, yang meningkat hingga 10,4%.
Sedangkan trafik payload lainnya yang meningkat antara lain pemanfaatan layanan content provider (8,2%), digital advertising (7,5%), video streaming (7.3%), dan browsing (5,2%).

Sedangkan, untuk wilayah operasional Telkomsel yang mengkontribusi kenaikan payload secara keseluruhan terbesar yaitu Regional Jawa Barat (7,9%), Jawa Tengah (6,9%), Jawa Timur (5%), Sumatera Bagian Tengah (4,7%) dan Sumatera Bagian Selatan (4.2%).
Menurut Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin, pihaknya terus melakukan pemantauan pergerakan trafik layanan telekomunikasi, termasuk menyiapkan kapasitas tambahan yang diperlukan.

Telkomsel memaksimalkan seluruh spektrum besar yang dimiliki Telkomsel, yakni frekuensi 900, 1800, 2100, dan 2300 Mhz.

“Kesiapan jaringan berbasis broadband ini juga dilakukan untuk memastikan kenyamanan pelanggan menikmati ragam layanan digital lifestyle Telkomsel seperti aplikasi video on demand MAXStream, streaming lagu LangitMusik serta layanan Dunia Games,” paparnya.
Senada dengan Telkomsel, XL Axiata juga mengalami lonjakan trafik yang signifikan sejak himbauan WFH digaungkan oleh pemerintah demi mencegah meluasnya penyeberan virus corona.

Pada konferensi pers yang dilakukan secara online (real-time streaming) pada Senin, 23 Maret 2020, (Plt) Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, “Di luar Lebaran dan Natal/Tahun Baru, ini adalah kenaikan trafik data yang tertinggi. Kenaikan trafik tertingginya mencapai 15% dibanding hari biasa.”
Pemicunya terutama adalah akses ke layanan data penunjang bekerja dan belajar dari rumah.

“Selain itu, program dukungan XL Axiata dengan memberikan free 2GB per hari untuk akses ke layanan data tertentu itu juga telah dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan di berbagai daerah,” imbuhnya.

Gede mengaku, hingga sepekan terakhir, pihaknya belum menambah kapasitas jaringan yang ada karena memang sudah dipersiapkan untuk bisa menampung kenaikan trafik hingga 2x dari trafik hari normal. Meski demikian, opsi untuk meningkatkan kapasitas selalu terbuka kapan saja dengan menyesuaikan pada kebutuhan pelanggan.

Beberapa langkah di antaranya adalah mengerahkan mobile BTS (MBTS) untuk lokasi-lokasi yang memerlukan, juga melakukan rekayasa pengalihan trafik ke jaringan yang lebih longgar.

Layanan data yang paling tinggi kenaikannya berturut-turut menurut jenisnya adalah Ruang Guru 48%, Netflix 46%, Facebook 11%, Whatsapp 10% dan Mobile Legend 8%.
Khusus aplikasi-aplikasi yang mendukung bekerja dan belajar dari rumah, selain Ruang Guru, kenaikan trafik yang tinggi juga terjadi pada Google Classroom 2.354%, Brainly 84%, Zenius 54%, dan Udemy 44%.

Untuk media sosial, di mana masyarakat dan pelanggan banyak memantau perkembangan dan informasi terkait wabah Covid-19, kenaikan trafik terjadi pada Facebook sebesar 11 %, Instagram 2%, Youtube 3%, dan Twitter 3%.

Layanan percakapan instan seperti Whatsapp mengalami kenaikan trafik sebesar 10%, LINE 1%dan Telegram 12%. Selama berada di rumah melakukan social distance, masyarakat dan pelanggan juga mengakses sejumlah layanan penyediaan hiburan seperti gim yang trafiknya naik sebesar 6% dan streaming film (Netflix, Hooq) 38%.

Seiring dengan terus menyebarnya virus Covid-19 ke berbagai daerah, XL Axiata juga siap menjaga performa jaringan di seluruh wilayah layanan.

Latest