Beranda News Hooq di Ambang Likuidasi

Hooq di Ambang Likuidasi

-

Jakarta, Selular.ID – Hooq, layanan video streaming yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh SingTel kini tengah dalam proses likudasi. Pekan lalu, para kreditor sudah mengajukan permohonan likuidasi sukarela kepada pengadilan Singapura.

Keputusan final mengenai rencana pembubaran perusahaan itu, akan dilakukan dalam RUPS serta pertemuan kreditor yang akan berlangsung pada 13 April. Demikian bunyi pernyataan resmi Hooq yang dikeluarkan pada Jumat (27/3/2020).

Menurut manajemen Hooq, dalam lima tahun sejak perusahaan didirikan, “perubahan struktural yang signifikan” telah terjadi di pasar video over-the-top (OTT) dan lanskap kompetitif. Konten film dan televisi OTT disediakan melalui internet berkecepatan tinggi, ketimbang disediakan oleh penyedia kabel atau satelit.

“Penyedia konten global dan lokal semakin mengarahkan, biaya konten tetap tinggi, dan kemauan konsumen pasar berkembang untuk membayar telah meningkat secara bertahap di tengah serangkaian pilihan yang semakin meningkat,” kata Hooq.

Akibatnya, model bisnis yang layak untuk platform distribusi OTT independen menjadi semakin menantang, tambahnya.

Hooq dengan demikian tidak mampu tumbuh secara memadai untuk memberikan pengembalian berkelanjutan sambil menutupi biaya konten yang meningkat dan biaya operasi platform yang berkelanjutan.

“Ini adalah perubahan struktural permanen yang tidak akan diringankan bahkan ketika lebih banyak orang beralih ke opsi hiburan digital saat tinggal di rumah di tengah wabah Covid-19,” kata juru bicara perusahaan kepada The Business Times (BT).

Tercatat, kewajiban perusahaan naik 78 persen YoY menjadi USD70,8 juta pada 31 Maret 2019, – semuanya akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sejak tanggal tersebut. Total liabilitas terhadap ekuitas mencapai -1,31 kali.

Dibandingkan dengan lonjakan kewajiban Hooq, total aset tumbuh lebih lambat 17 persen menjadi USD17 juta untuk tahun fiscal 2019 yang berakhir pada 31 Maret.

Meskipun pendapatan di akhir tahun lalu lebih dari dua kali lipat menjadi USD21,9 juta dari USD10 juta tahun lalu, Hooq masih tenggelam lebih dalam zona merah dengan kerugian sebelum pajak sebesar USD62,5 juta untuk tahun itu, lebih besar dari kerugian USD56,6 juta pada 2018.

Analis DBS Group Research, Sachin Mittal merasa “sedikit mengejutkan” bahwa Singtel telah menyerah, karena perusahaan telekomunikasi ingin menangkap pertumbuhan di pasar di Asia.

Hooq mengalami kerugian USD15-20 juta setiap kuartal, tetapi pendarahan finansial ini kemungkinan akan berhenti pada Q1 2021 jika proses likuidasi terlaksana, kata Mittal. Dengan demikian akan memberikan dorongan sebesar USD60-65 juta setiap tahun untuk laba bersih Singtel, tambahnya.

Janice Chong, Direktur Peringkat Korporat Asia-Pasifik Fitch, mengatakan bahwa bisnis OTT sangat menantang di tengah “persaingan yang ketat” dalam layanan streaming video.

Sehingga untuk bisa survive diperlukan investasi konten yang signifikan. Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi kurang memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang dalam menciptakan konten.

Dalam lima tahun terakhir, pasar video streaming terus bertumbuh. Pemain lain di layanan video streaming saat ini termasuk Viu, iFlix dan Catchplay. Sementara pasar global masih dikuasai oleh Netflix, layanan sejenis asal AS.

Singtel, Sony Pictures Television dan Warner Bros Entertainment mendirikan Hooq pada 2015. Singtel memiliki 76,5 persen dari perusahaan patungan itu.

Hingga awal 2020, HOOQ telah memiliki 80 juta pengguna di India, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Perusahaan mengandalkan India, di mana ia menandatangani kemitraan dengan Disney’s Hotstar pada tahun 2018, sebagai pasar terbesarnya. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Grab, penyedia ride healing terbesar di Asia Tenggara, untuk memasok konten pada GrabCar.

Buyer's Guide

Rekomendasi Smartphone Rp3 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan pengguna ponsel tidak hanya pada fitur kamera saja, kapasitas memori,...

5 Smartphone Oppo Dengan Layar Punch Hole  

Jakarta, Selular.ID – Tampilan layar smartphone menjadi semakin lega sekaligus menawan berkat mengusung konsep...

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Oppo secara resmi meluncurkan perangkat A15 di Indonesia. Oppo A15 tampil...

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

7 Smartphone Xiaomi dengan Fast Charging Hingga 65W

Jakarta, Selular.ID – Bulan lalu kami menghadirkan panduan belanja tujuh smartphone Xiaomi dengan fitur...

5 Smartphone Oppo dengan Quad Camera Terbaik

Jakarta, Selular.ID -   Kamera kini menjadi salah satu fitur penting dalam memilih sebuah smartphone....

Artikel Terbaru

Kategori Terkait