Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda News Aturan Membawa Ponsel Dari Luar Negeri

Aturan Membawa Ponsel Dari Luar Negeri

-

Jakarta, Selular. ID – Dengan adanya metode pemblokiran International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang berlaku 18 April 2020, pemerintah pun telah mengatur kebijakan membawa ponsel dari luar negeri.

Heru Pambudi, Dirjen Bea Cukai mengatakan sudah ditentukan setiap individu diperbolehkan membeli ponsel maksimal dua unit dari luar negeri. Nilai kedua unit ponsel tersebut tidak boleh lebih dari 500 dolar A, atau sekira Rp7,1 juta, per penumpang.

Menurut Heru, jika melewati batas nilai harga dan jumlah unit tersebut, pengguna yang kelebihan membawa unit ponsel akan disita dan diperbolehkan membawa pulang dua saja.

“Jadi untuk barang penumpang sudah ada ketentuannya 500 dolar AS, dan akan dikenakan pajak. Nantinya, ketika pengguna sudah menaati ketentuan Bea Cukai. Unit ponsel yang dibeli dari luar negeri akan didaftarkan nomor IMEI, ke database Kementerian Perundustrian sehingga bisa digunakan di wilayah Indonesia dan tidak terblokir,” kata Heru, di Jakarta (28/02/20).

Ditambahkan Heru, pemerintah sebenarnya sudah mempersiapkan, dan kerjsama dengan Kementerian Petindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kominfo.

Baca Juga :Pemerintah Akhirnya Putuskan Aturan IMEI dengan Mekanisme Whitelist

“Ini templatenya sudah ada, tapi masih dalam tahap uji coba. Dan nantinya dia register, kemudian dia bayar, kita masukkan data pembayarannya, selesai.
Karena dia tidak teregister ya diblokir. Tidak bisa digunakan,” tutup Heru.

Seperti disebutkan sebelumnya, jika melewati batas nilai harga dan jumlah unit dari yang telah ditentukan untuk membawa perangkat elektronik dari luar nergeri, pengguna yang kelebihan membawakan disita dan diperbolehkan membawa pulang dua saja. Kemudian, jika ada kelebihan nilai maka akan dikenakan biaya PPN 10 persen dan PPH 7,5 persen dari harga.

Latest