Monday, December 9, 2019
Home News Market Update Oppo Ambil Alih Takhta Samsung setelah 6,5 Tahun Berkuasa di Indonesia

Oppo Ambil Alih Takhta Samsung setelah 6,5 Tahun Berkuasa di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Penguasa pasar smartphone Indonesia resmi berganti. Setelah selama 6,5 tahun disandang Samsung, status itu kini diambil alih Oppo. Raksasa Korea Selatan itu bahkan terpental ke posisi tiga.

Menurut laporan kuartal ketiga 2019 dari lembaga riset IDC, daftar Top 5 vendor smartphone di Indonesia untuk periode Juli-September adalah Oppo (26,2%), Vivo (22,8%), Samsung (19,4%), Realme (12,6%), dan Xiaomi (12,5%).

Ini bukan pertama kali Oppo dikabarkan menguasai pasar smartphone Indonesia. Lembaga riset Canalys sudah menyebut vendor Cina itu menduduki posisi pertama sejak kuartal kedua tahun ini. Namun dengan dua laporan lembaga riset berbeda sekaligus, seakan menegaskan Samsung benar-benar takluk di hadapan Oppo.

Menurut Analis Riset IDC Risky Febrian, Samsung telah menguasai pasar smartphone Indonesia sejak kemunculan Android OS, tepatnya pada awal tahun 2013.

“Samsung nomor 1 semenjak kuartal pertama 2013. Waktu itu Samsung mulai mengambil pangsa dari Blackberry,” kata Risky kepada Selular.ID ketika dihubungi via sambungan telepon, Kamis (14/11/2019).

Sempat diambil alih Asus pada akhir 2015, namun sejak awal 2016 sampai pertengahan 2019, kedigdayaan Samsung tak terbantahkan.

“Sempat tergeser oleh Asus di kuartal 4 2015, selama ini Samsung berturut-turut di posisi 1 sejak kuartal 1 2016,” sambungnya.

Risky pun tak segan menguraikan alasan dibalik runtuhnya kerajaan Samsung di Indonesia. Setidaknya tiga poin utama raksasa Korea Selatan itu kalah dari rival perusahaan Cina, yakni inovasi, life cycle, dan harga.

“Samsung mengeluarkan seri A yang terbarukan di awal tahun ini seperti A10, A20, A30, dan A50. Namun di kuartal ketiga perusahaan sudah mengeluarkan penerusnya A10s, A20s, A30s, dan A50s. Padahal stok seri A sebelumnya masih banyak di pasaran,” paparnya.

Lebih lanjut Risky menyebut inovasi Samsung sudah lebih dulu tersedia di ponsel Cina. Ditambah harga jual ponsel Samsung yang kurang kompetitif.

Merosotnya kinerja penjualan smartphone Samsung menurut Risky sangat tajam, sehingga membuat Oppo mampu mengambil alih pangsa pasar dengan mudah.

“Padahal kenaikan Oppo dan Vivo tidak signifikan, namun memang kinerja Samsung yang anjlok, membuatnya turun sampai ke posisi tiga di kuartal ini,” ungkapnya.

Secara garis besar, laporan IDC mengungkapkan total pengiriman smartphone di Indonesia selama Q3 2019 mencapai 8,8 juta unit, naik 1,8% YoY dan turun 9,9% QoQ.

Khusus di segmen menengah (US$200-US$400 atau Rp2,8 juta-Rp5,6 juta), pengiriman tumbuh 11,1% yang dipicu oleh kebutuhan pembaruan perangkat dan konten hiburan seperti mobile gaming.

Oppo memegang pangsa pasar terbesar dengan model smartphone K3, A5, dan A9 2020. Sementara Vivo unggul berkat model Z1 Pro.

Terkena imbas agresivitas vendor Cina, Samsung bertahan di posisi 3 dengan seri A yang terbarukan. Kemudian Realme berhasil naik peringkat ke posisi 4 mengalahkan Xiaomi dengan selisih 0,1 poin

Risky menggarisbawahi bahwa ponsel ilegal Xiaomi masih membanjiri pasar tanah air sehingga menggerogoti penjualan ponsel resminya.

Dengan resminya Oppo menjadi penguasa pangsa pasar Indonesia pada kuartal ini, masih harus dilihat apakah vendor bisa mempertahankan posisinya untuk kuartal berikutnya dan berlanjut ke tahun depan, atau apakah Oppo akan bernasib sama seperti Asus yang hanya bisa mencicipi mahkota selama tiga bulan saja.

Sebelum di Indonesia, pangsa pasar Samsung juga sudah direbut Xiaomi di India tahun lalu. Apakah tren ini akan berlanjut ke negara-negara lain secara global, kita lihat saja.

Latest