Thursday, December 12, 2019
Home News Skandal Korupsi Menerpa, Ericsson Terancam Sanksi USD1 Miliar

Skandal Korupsi Menerpa, Ericsson Terancam Sanksi USD1 Miliar

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman dan Securities and Exchange Commission (SEC) tengah menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan Ericsson karena dinilai telah melanggar UU anti korupsi AS dengan membuat provisi senilai USD1,22 miliar untuk membayar fee dan biaya lain.

Dikutip dari Mobile World Live, Ericsson mengatakan tidak dapat membahas secara spesifik mengenai kasus ini, tetapi menyatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan di Cina, Djibouti, Indonesia, Kuwait, Arab Saudi dan Vietnam sebelum akhir Q1 2017.

Ericsson memperkirakan akan mengeluarkan biaya mencapai USD1 miliar untuk menyelesaikan penyelidikan oleh otoritas AS terhadap pelanggaran tersebut.

Dalam keterangan resminya, Ericsson menyatakan dalam proses investigasinya perusahaan mengidentifikasi pelanggaran tersebut dikarenakan lemahnya kontrol internal.

Dalam keterangan yang diterima Selular tersebut juga disampaikan bahwa perusahaan telah mengambil tindakan disipliner hingga pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang diduga terlibat dalam pelanggaran kode etik tersebut.

“Kami harus menyadari bahwa Perusahaan telah gagal di masa lalu dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bekerja keras setiap hari untuk membangun Ericsson yang lebih kuat, di mana etika dan kepatuhan adalah landasan dalam cara kami menjalankan bisnis. Selama dua tahun terakhir, kami telah melakukan investasi besar dalam program etika dan kepatuhan kami termasuk kemampuan investigasi kami dan telah mengambil tindakan terhadap karyawan yang telah melampaui nilai dan standar kami,” ungkap Börje Ekholm, President and CEO Ericsson.

Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan penilaian internal dan eksternal menyeluruh terhadap program Etika dan Kepatuhannya, Perusahaan telah menerapkan reformasi signifikan untuk mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi dan semakin memperkuat program. Pekerjaan ini masih berlangsung, dan Ericsson akan terus berusaha untuk meningkatkan dan menjaga budaya etika dan kepatuhan yang kuat di seluruh perusahaan.

Latest