Tuesday, September 17, 2019
Home News RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

-

Jakarta, Selular.ID – RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel, mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pendanaan awal sebesar US$115 juta atau sekitar Rp1,6 triliun dari keseluruhan pendanaan Seri C.

Pendanaan ini dipimpin oleh Asia Partners, sebuah perusahaan ekuitas yang didirikan sejumlah eksekutif senior, tidak hanya itu, dua investor terkemuka lainnya, Rakuten Capital dan Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, juga bergabung dalam putaran pendanaan ini. Investor sebelumnya, Qiming Venture Partners dan International Finance Corporation (IFC) juga kembali memberikan dukungannya dengan ikut berpartisipasi.

Dengan adanya pendanaan Seri C ini, RedDoorz telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$ 140 juta sejak peluncuran pertamanya di tahun 2015. Investasi Seri C startup ini dimulai tidak lama setelah RedDoorz mengumumkan pendanaan Seri B pada bulan April 2019 sebesar US$45 juta.

Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz mengatakan, perusahaan menyambut dengan baik bergabungnya para investor baru yang berpengalaman dengan misi membangun RedDoorz sebagai brand perjalanan terjangkau dengan dukungan teknologi terdepan di Asia Tenggara.

“Babak baru pendanaan ini merupakan bukti pertumbuhan bisnis kami yang kuat dan posisi kepemimpinan pasar yang mampu kami bangun selama beberapa tahun terakhir. RedDoorz beroperasi di beberapa pasar paling dinamis di dunia dan kami melihat peluang yang luar biasa untuk terus mengembangkan platform kami dan berekspansi ke pasar baru,” ujar Amit Saberwal.

Baca Juga: Dapat Pendanaan Rp390 Miliar, Warung Pintar Ingin Punya 5000 Kios

Dikatakan dia, RedDoorz akan menggunakan pendanaan baru ini untuk masuk ke pasar baru dan memperkuat posisi kepemimpinannya di kawasan dengan mengembangkan berbagai hal seperti teknologi, pengalaman pelanggan, sumber daya manusia serta investasi pemasaran. Sebagian besar dari hasil pendanaan terbaru ini akan digunakan untuk membangun pusat teknologi di Vietnam yang akan melengkapi pusat teknologi regional di India.

Perusahaan juga berencana untuk meningkatkan kualitas staf hotel dan program pelatihan bekerjasama dengan mitra hotelnya di Singapura, Indonesia, Vietnam dan Filipina dengan jumlah tenaga kerja sekitar 10.000 orang di seluruh kawasan tersebut.

Latest