Wednesday, September 18, 2019
Home Buyer's Guide Mengenal Teknologi Prism OIS pada Oppo Reno 10x Zoom

Mengenal Teknologi Prism OIS pada Oppo Reno 10x Zoom

-

Jakarta, Selular.ID – Perangkat terbaru dari Oppo berfokus pada fotografi mobile. Melalui Oppo Reno 10x Zoom, vendor menyematkan beragam fitur popular yang biasanya ditemukan pada kamera profesional DSLR.

Salah satu fitur andalannya adalah kemampuan kamera menangkap gambar jarak jauh atau telephoto, yang mendukung pembesaran hybrid 10x zoom.

Canggihnya, jika Anda cermati, pada panel belakang ponsel tidak ada tonjolan di sekitar kamera. Padahal biasanya untuk mengeker subjek foto hingga zoom 10 kali, kamera DSLR membutuhkan tambahan lensa yang cukup besar.

Lalu apa rahasia Oppo, jawabannya adalah teknologi Prism OIS.

Pada acara Media Experince di Malang bulan lalu, PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto memaparkan bagaimana Oppo bisa mencapai pencapaiannya itu dengan Oppo Reno 10x Zoom.

Berawal dari teknologi 5x Lossless Zoom, 10x Hybrid Zoom, D-Cut Lens dan Prism OIS.

2017: 5x Lossless Zoom

Pada 2017 Oppo memperkenalkan teknologi 5x Lossless zoom. Teknologi itu menjadi salah satu pertama kamera yang menganut sistem periskop dengan dual camera.

Aryo menuturkan, pada teknologi awal, Oppo hanya menggunakan dua kamera. Perangkat ini mempunyai 50 komponen di dalamnya dengan ketebalan 5,7 milimeter, karena sistem semuanya bentuknya vertikal.

“Di sini kami masih menggunakan dua buah kamera, dan waktu itu kemampuannya hanya sebatas 5x lossless, jadi benar-benar lensanya semua (yang bekerja),” papar Aryo.

Aryo menjelaskan, terdapat dua sensor yang dimasukkan ke perangkat, namun perusahaan belum bisa memasukkannya ke dalam satu lapisan kaca. Jadi kameranya masih menonjol di luar.

2017: Groundbreaking OIS Technology

Pada 2017 Oppo juga melakukan terborosan untuk teknologi optical image stabilization (OIS), dimana biasanya OIS berbasis pada lensa, vendor menambahkan OIS berbasis pada prisma-nya.

“Dengan OIS berbasis prisma dan berbasis lensa. Jadi dua-duanya bisa bergerak,” tutur Aryo.

Kala itu stabilisasinya meningkat 40 persen dengan tingkat akurasi 0,0025°.

2019: 10x Hybrid Zoom

Di ajang MWC 2019 Oppo memperkenalkan teknologi 10x Hybrid Zoom. Aryo menuturkan, kalau dilihat di dalam kerangkanya, susunannya agak berbeda. Jadi ada kamera utama, kamera wide, dan kamera telephoto.

Oppo memperkenalkan teknologi 10x Hybrid Zoom pada Februari 2019 dengan produk pertamanya di April 2019. Memang cukup singkat, hanya saja, pada akhirnya modulnya menjadi lebih tebal dari 5,7 milimeter, karena Oppo mengejar semua struktur lensa tadi harus berada di bawah kaca, tidak ada lagi kamera yang kelihatan menonjol keluar.

2019: D-Cut Lens, Prism OIS

Selain 10x Hybrid Zoom, Oppo juga memperkenalkan D-Cut Lens dan Prism OIS. Modul ini ketebalannya sekitar 8 milimeter dengan cara memotong lensa yang paling dekat dengan Prisma.

“Kami melakukan pemotongan dua lensa yang paling dekat dengan Prisma, yang kami sebut D-Cut Lens. Karena itulah ketebalan perangkat bisa mencapai 6,7 milimeter dan 13 persen dari sisa ruang itu bisa digunakan,” terang Aryo.

Itu juga yang bisa menghasilkan difragmanya f/3.0. Biasanya lensa telezoom ini diafragmanya lebih dari itu. Dan kalau lihat presisinya sekarang meningkat jadi lebih tinggi 0,0001445°.

Itu tadi jajaran teknologi yang dihadirkan Oppo pada Reno 10x Zoom. Sekilas mengenai perangkat, smartphone dibekali tiga kamera yang terdiri dari kamera utama 48MP SONY IMX586 F/1.7, kamera sudut lebar 8MP F/2.2 yang dapat menghasilkan pandangan 120°, dan kamera telefoto dengan pembesaran hybrid 10x zoom menggunakan sensor 13MP dengan F/3.0.

Selain keunggulan kamera, Oppo Reno 10x Zoom mendukung perekaman video pada resolusi 4K 60Fps. Perangkat juga dilengkapi 360° perekaman audio karena dilengkapi oleh tiga buah mikrofon.

Latest