Saturday, November 23, 2019
Home News Telco Pertumbuhan Ericsson Mulai Dikontribusi Kenaikan Kontrak 5G

Pertumbuhan Ericsson Mulai Dikontribusi Kenaikan Kontrak 5G

-

Jakarta, Selular.ID – CEO Ericsson Borje Ekholm menyebutkan bahwa momentum bisnis 5G menjadi pendorong menguatnya kinerja perusahaan sepanjang kuartal kedua 2019.

Itu sebabnya, pihaknya memastikan bahwa agenda-agenda yang dijalankan perusahaan, akan tetap berada di jalur guna memenuhi target jangka panjang 2020.

Dalam sebuah pernyataan, Ekholm mengatakan bahwa momentum 5G terus meningkat, dan perusahaan mendapatkan keuntungan dari penjualan di Amerika Utara dan Asia Timur Laut.

“Kami melihat momentum kuat dalam bisnis 5G ditandai dengan penambahan kontrak dan peluncuran komersial baru serta jaringan langsung. Hingga saat ini, Ericsson telah menyediakan solusi untuk hampir dua pertiga dari semua jaringan 5G yang diluncurkan secara komersial”, ujar Ekholm.

Menurut Ekholm, pada awalnya 5G akan menjadi penambah kapasitas di wilayah metropolitan. Namun, seiring berjalannya waktu, inovasi baru yang menarik untuk 5G akan hadir dengan kasus penggunaan IoT, meningkatkan kecepatan, latensi, dan keamanan yang dapat disediakan oleh 5G.

Ini memberikan peluang bagi pelanggan Ericsson untuk memperoleh pendapatan baru karena memberikan manfaat tambahan bagi konsumen dan bisnis.

Memang, 5G diharapkan menjadi keuntungan besar bagi vendor, yang telah mengalami perjuangan di tahun-tahun sebelum era 5G muncul.

Setelah Ekholm mengambil alih kepemimpinan pada Januari 2017, ia menerapkan rencana turnaround untuk memotong biaya, menghentikan lini bisnis yang tidak menguntungkan dan memastikan perusahaan dapat memaksimalkan 5G.

Ekholm pun menetapkan sejumlah target pada 2020. Perusahaan dapat memberikan margin operasi, tidak termasuk biaya restrukturisasi, lebih dari 10%.

Sepajang kuartal kedua 2019, penjualan bersih Ericsson tumbuh 10 persen tahun-ke-tahun, mencapai SEK54,8 miliar (US$ 5,8 miliar) dari SEK49,8 miliar pada Q2 2018 dan perusahaan juga mencatat keuntungan sebesar SEK1,8 miliar, dari kerugian tahun sebelumnya sebesar SEK1,8 miliar.

Divisi Networks mendorong pertumbuhan, dengan pendapatan naik 17% menjadi SEK37,8 miliar. Margin kotor triwulanan dalam unit turun menjadi 41,4%, dari 43,2%, karena sejumlah faktor termasuk biaya penyelesaian litigasi dan pendapatan lisensi IP yang lebih rendah.

Ericsson memperingatkan bahwa sementara kontrak strategis akan meningkatkan margin dalam jangka panjang, dampak negatif yang dirasakan pada kuartal kedua akan “meningkat selama paruh kedua tahun ini”.

Saat divisi network mulai menghijau, unit lainnya tidak berjalan dengan baik. Layanan Digital yang masih terus berjuang, dengan penjualan organik naik 2% tahun ke tahun, tetapi turun 3% pada basis yang dilaporkan, sebagai hasil dari “penurunan cepat dalam produk warisan”, terutama di India.

Untuk managed services tercatat turun 3% karena habisnya masa kontrak pelanggan. Sementara emerging business dan lainnya turun 18%, sebagian besar disebabkan oleh divestasi 51% dari unit bisnis media, MediaKind.

Ericsson kini menempatkan fokus membangun 5G, sebagai langkah strategis agar bisa bersaing dengan vendor China yang makin menggurita.

Namun, hal itu dibarengi dengan biaya restrukturisasi sebesar SEK2.8 miliar selama kuartal 3-2017, termasuk biaya SEK1.6 miliar terkait keputusan untuk menutup pusat ICT di Kanada.

Perusahaan juga terpaksa melakukan pemangkasan lanjutan terhadap 3000 karyawan, dengan alokasi dana kompensasi hingga SEK4 miliar.

Demi mengejar pertumbuhan, Ericsson pun akan terus agresif untuk mendapatkan kontrak strategis dan penyebaran jaringan skala besar yang diperkirakan akan dimulai di beberapa bagian Asia.

Latest