Friday, October 18, 2019
Home News Serangan Balik Huawei Menghantam Verizon

Serangan Balik Huawei Menghantam Verizon

-

Jakarta, Selular.ID – Dampak dari keputusan AS mengembargo Huawei mulai menjalar ke berbagai bidang. Langkah tersebut bahkan berpotensi menciptakan perang dingin teknologi dan merugikan perusahaan AS sendiri.

Huawei yang merasa dirugikan dengan manuver Presiden Donald Trump, bersiap untuk melakukan pembalasan. Menurut laporan Reuters, Huawei telah meminta kepada Verizon untuk membayar biaya lisensi untuk lebih dari 230 paten pembuat peralatan telekomunikasi China dan secara agregat mencapai lebih dari US$ 1 miliar.

Dokumen yang terungkap pada Rabu (12/6), menyatakan bahwa, Verizon harus membayar untuk “menyelesaikan masalah lisensi paten,” tulis seorang eksekutif lisensi kekayaan intelektual Huawei pada bulan Februari, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan sebelumnya.

Paten tersebut mencakup peralatan jaringan untuk lebih dari 20 vendor perusahaan termasuk perusahaan teknologi utama AS tetapi vendor tersebut akan mengganti rugi Verizon. Beberapa perusahaan itu telah didekati langsung oleh Huawei, menurut sumber tersebut.

Paten yang dipertanyakan berkisar dari peralatan jaringan inti, infrastruktur wireline hingga teknologi internet. Biaya lisensi untuk lebih dari 230 paten yang dicari adalah lebih dari US$ 1 miliar.

Huawei telah berjuang melawan pemerintah A.S. selama lebih dari setahun. Pakar keamanan nasional khawatir bahwa aksi “pintu belakang” melalui router, sakelar, dan peralatan Huawei lainnya dapat memungkinkan China memata-matai komunikasi AS. Namun dengann tegas, Huawei membantah bahwa peralatan yang mereka gunakan akan membantu Tiongkok.

Perusahaan yang terlibat, termasuk Verizon telah memberi tahu pemerintah AS dan perselisihan itu terjadi di tengah pertikaian yang semakin meningkat antara Cina dan Amerika Serikat. Permintaan biaya lisensi mungkin lebih tentang pertempuran geopolitik antara China dan Amerika Serikat daripada permintaan biaya paten.

Sejauh ini, perwakilan Huawei dan Verizon telah bertemu di New York pekan lalu. Kedua pihak berupaya membahas beberapa paten yang dipermasalahkan dan apakah Verizon menggunakan peralatan dari perusahaan lain yang dapat melanggar paten Huawei.

Juru bicara Verizon, Rich Young, menolak berkomentar “mengenai masalah khusus ini karena ini merupakan masalah hukum yang potensial.”

Namun, Young berkata, “Masalah-masalah ini lebih besar dari sekedar Verizon. Mengingat konteks geopolitik yang lebih luas, setiap masalah yang melibatkan Huawei memiliki implikasi bagi seluruh industri kami dan juga menimbulkan kekhawatiran nasional dan internasional. ”

Huawei dan operator nirkabel AS T-Mobile US Inc dan AT&T Inc tidak menanggapi permintaan komentar Reuters. Sprint Corp menolak berkomentar.

Amerika Serikat bulan lalu menempatkan Huawei dalam daftar hitam yang melarangnya melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan AS dengan alasan keamanan tanpa persetujuan pemerintah. Kebijakan drastis itu pada akhirnya mendorong beberapa perusahaan teknologi global untuk memutuskan hubungan dengan pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia.

Latest