Wednesday, June 19, 2019
Home News Penurunan Tarif Ojol Melanggar Aturan, Ini Kata Gojek dan Grab

Penurunan Tarif Ojol Melanggar Aturan, Ini Kata Gojek dan Grab

-

Jakarta, Selular.ID – Mulai tanggal 1 Mei 2019 lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Darat resmi menetapkan tarif layanan ojek online seperti Grab dan Gojek. Sejak diberlakukan penetapan tarif baru tersebut, Gojek dan Grab telah mematuhinya. Kedua layanan transportasi online tersebut sudah melakukan sosialisasi tarif baru kepada mitra driver dan pengguna ojek online.

Namun kenaikan tarif ini menuai kekecewaan bagi pengguna dan driver. Pengguna merasa tarif yang dipasang Gojek dan Grab cukup tinggi.

Atas dasar ini, Gojek kembali menurunkan tarif layanan GoRide (ojek) miliknya setelah beberapa hari pemberlakuan kenaikan tarif. Penurunan tarif Gojek ini menuai respon negatif dari masyarakat dan netizen.

Sejak Minggu (5/5/2019) jejaring sosial diramaikan oleh komentar netizen yang kecewa terhadap Gojek. Mereka merasa Gojek telah melanggar aturan yang ditetapkan Kemenhub.

Baca juga : Surat Cinta Tarif Gojek Berbuntut Panjang

Untuk mengkonfirmasi penetapan tarif baru ojek online yang diterapkan Kemenhub, Redaksi Selular.ID meminta tanggapan kepada Gojek dan Grab melalui pesan singkat.

Pada tanggal 1 Mei 2019, Gojek melakukan uji coba tarif untuk GoRide di 5 kota sesuai dengan pedoman tarif Kepmenhub No. 348/2019.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama tiga hari pertama pemberlakuan tarif uji coba, kami melihat adanya penurunan permintaan (order) GoRide yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra driver kami. Dengan semangat dan komitmen mendukung keberhasilan dan optimalisasi Kepmenhub no.348/2019, Gojek akan terus melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan GoRide,” ujar Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek saat dihubungi Selular.ID.

Baca juga : Kemenhub Tetapkan Tarif Ojek Online Mulai 1 Mei 2019

Disampaikan Nila, pihaknya terus melaporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada Pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan.

“Kami berharap dapat bersama-sama menciptakan industri yang sehat. Sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen serta menjaga pendapatan dan kesejahteraan driver yang berkesinambungan. Kami ingin para mitra driver terus mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta para konsumen terus dapat menikmati layanan aman, nyaman dan berkualitas,” terang Nila.

Hal senada juga disampaikan oleh Ridzki Kramadibrata selaku President Grab Indonesia melalui pesan singkat.

“Sejak penyesuaian tarif diberlakukan pada tanggal 1 Mei 2019, Grab senantiasa mematuhi Permenhub No.12/2019. Hal ini sebagai komitmen Grab untuk mendukung upaya Pemerintah atas terselenggaranya angkutan sepeda motor yang aman dan nyaman untuk masyarakat. Implementasi penyesuaian tarif diharapkan dapat terus diawasi oleh Pemerintah, selaku regulator, sehingga dapat terus dihormati dan dilaksanakan oleh seluruh perusahaan ride-hailing yang terlibat,” ucap Ridzki.

Baca juga : Tarif Ojol Segera Naik, Grab Patuhi Aturan Pemerintah

Ridzki mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku

“Kami yakin aturan ini akan berdampak positif untuk pengguna maupun mitra driver. Grab akan terus memonitor pelaksanaan terhadap penerapan tarif, serta dampaknya terhadap pendapatan Mitra pengemudi. Dalam prosesnya jika diperlukan kami akan melakukan langkah-langkah penyesuaian untuk melindungi kesejahteraan mitra dan tingkat kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,” tutup Ridzki.

Latest