Wednesday, June 19, 2019
Home Apps Surat Cinta Tarif Gojek Berbuntut Panjang

Surat Cinta Tarif Gojek Berbuntut Panjang

-

Jakarta, Selular.ID – Pada tanggal 1 Mei 2019 lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Darat resmi menetapkan tarif layanan transportasi online seperti Grab dan Gojek. Tarif tersebut dibagi menjadi 3 zona. Zona 1 mencakup wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali. Sementara zona 2 meliputi wilayah Jabodetabek. Sementara zona 3 menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

Besaran tarif nett untuk Zona I batas bawah Rp1.850 dan batas atas Rp2.300, dengan biaya jasa minimal Rp7.000 – Rp10.000. Sementara Zona II batas bawah Rp2.000 dengan batas atas Rp2.500, dan biaya jasa minimal Rp8.000 – Rp10.000. Untuk Zona III batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp 2.600 dengan biaya jasa minimal Rp7.000 – Rp10.000.

Sejak diberlalukan penetapan tarif baru tersebut, Gojek dan Grab telah mematuhinya. Kedua layanan transportasi online tersebut sudah melakukan sosialisasi tarif baru kepada mitra driver dan pengguna ojek online.

Namun kenaikan tarif ini menuai kekecewaan bagi pengguna dan driver. Kekecewaan ini diutarakan netizen melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Tagar #GojekLanggarPermenhub turut sedang ramai diperbincangkan netizen di Twitter sejak Minggu (6/5/2019). Tagar #GojekLanggarPermenhub di Twitter menunjukkan curhatan para mitra driver Gojek dan pengguna yang kecewa.

Akun Twitter @brian mengatakan bahwa Gojek telah melanggar aturan berbeda dengan Grab yang mematuhi aturan Pemerintah.

Menurut beberapa akun Instagram seperti @dramaojol dan lainnya menyebutkan bahwa Gojek baru saja mengirimkan surat pemberitahuan tentang penurunan tarif minimum. Berdasarkan lembar surat yang beredar untuk mitra driver mereka diinfomasikan bahwa tarif minimum Gojek untuk Jabodetabek dari Rp 10 ribu menjadi Rp 9 ribu. Tarif tersebut berlaku untuk layanan ojek online yakni GoRide. Penurunan tarif serupa juga terjadi untuk wilayah Bandung dan Yogyakarta.

Penurunan tarif Gojek di satu sisi kabar gembira bagi pengguna. Namun bagi mitra driver penurunan kembali tarif Gojek tentunya menjadi beban karena mempengaruhi penghasilan mereka.

Akun Instagram @dramaojol.id mengindikasikan bahwa penurunan tarif ini memicu para driver untuk mematikan aplikasi Gojek mereka atau yang dikenal dengan istilah off bid. Ramai diperbincangkan di jejaring sosial bahwa para driver Gojek, khususnya Goride akan melakukan off bid dan demo pada hari ini, Senin (6/5/2019) di kantor Gojek dan Kemenhub serta beberapa lokasi lain. Ini dilakukan para driver sebagai bentuk protes atas penurunan kembali tarif GoRide.

Latest