Thursday, April 25, 2019
Home News OTA Perlu Punya Regulator Teknis

OTA Perlu Punya Regulator Teknis

-

Jakarta, Selular.ID – Menyusul kasus yang menimpa Air Asia dan melibatkan online travel agent (OTA), bisnis yang dijalankan oleh para startup ini dinilai perlu mempunyai regulator yang jelas.

“Di Indonesia ini OTA siapa yang atur? Kominfo, Kemenpar, atau Kemenhub? Gak jelas. Karena selama ini dibiarkan lebih ke Business to Business (B2B), harapanya ya KPPU masuk,” kata Heru Sutadi, Direktur Indonesia ICT Institute di Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Heru, sewajarnya OTA ada regulator teknis yang mengatur layaknya ride-hailing dimana mulai ditata oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) bersinergi dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pasalnya, data ShopBack menunjukkan volume pemesanan online travel menunjukan pertumbuhan yang luar biasa di tahun 2018, dengan peningkatan hingga 260% dimana rata-rata uang yang dikeluarkan untuk belanja berkisar Rp6,7 juta hingga Rp6,9 juta.

Nilai bisnis OTA yang dikeluarkan Google dan Temasek dalam “e-Conomy SEA 2018 Southeast Asia’s internet economy” pada 2018 sebesar USD8,6 miliar di 2018 dan menjadi USD25 miliar pada 2025.

“Aturan main dan regulator teknis itu penting, tak hanya melindungi OTA, tetapi juga mitranya sebagai pemilik inventory dan pengguna,” tutupnya

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest