Thursday, April 25, 2019
Home News KPPU Diminta Selidiki "Hilangnya" Tiket Air Asia di Sejumlah OTA

KPPU Diminta Selidiki “Hilangnya” Tiket Air Asia di Sejumlah OTA

-

Jakarta, Selular.ID – Beberapa waktu lalu ramai diberitakan “hilangnya” tiket AirAsia di Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka dan Tiket.com. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta untuk menyelidiki kasus tersebut.

“KPPU harus selidiki kasus itu. Saya dengar KPPU tengah selidiki isu kartel juga di bisnis aviasi lokal, bisa jadi peristiwa “hilangnya” inventori AirAsia di OTA papan atas itu salah satu bukti baru bagi penyelidikan yang berjalan,” saran Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi di Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Heru, turunnya KPPU ke “raibnya” inventori di OTA merupakan hal yang harus dilakukan karena saat ini bisnis yang dijalankan startup tersebut tak memiliki regulator yang jelas

Sebelumnya, maskapai AirAsia telah mengambil keputusan untuk menarik penjualan tiketnya secara permanen dari online travel agent (OTA) Traveloka sejak (4/3) lalu.

Penarikan ini meliputi seluruh rute penerbangan di semua jaringan AirAsia. Keputusan ini didasari hilangnya tiket AirAsia secara misterius di Traveloka untuk kedua kalinya dalam dua minggu terakhir.

Peristiwa ini pun kemudian menarik perhatian portal Skift.com, media online travel global yang mencium adanya dugaan “campur tangan” dari pesaing AirAsia di bisnis aviasi Indonesia dalam hilangnya tiket maskapai itu di sejumlah OTA lokal, tak hanya Traveloka.

Laporan terbaru Skift.com (18/3) menyatakan tiket AirAsia tak hanya hilang di startup tetapi juga di platform online biro perjalanan di Indonesia seperti Panorama Group, Golden Rama Tours & Travel, dan Wita Tour.

Dalam investigasi Skift, tiket AirAsia raib di 15 pemain online dan offline di Indonesia.

”Kami tidak punya pilihan. Mereka (maskapai) pertama kali menekan OTA (sejak Januari), kemudian agen besar. Ini sangat menyedihkan, sejujurnya. Kami memiliki hubungan baik dengan AirAsia, saya kenal dengan (AirAsia Indonesia) CEO Dendy [Kurniawan]. Tapi AirAsia tidak mau diatur oleh dua grup maskapai besar,” ujar sumber Skift dalam laporannya.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest