Huawei 5G Network

Jakarta, Selular.ID – Hingga saat ini Huawei masih mendapat pencekalan di Amerika Serikat. Layanan network Huawei tidak boleh digunakan di Amerika Serikat.

Alasan utama pencekalan Huawei di Amerika Serikat karena masalah keamanan. Namun, alasan utama pencekalan Huawei di AS bukanlah semata karena urusan keamanan menurut sejumlah pihak. Melainkan persaingan bisnis.

Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diperkirakan akan menandatangani kebijakan yang akan melarang operator AS menggunakan peralatan jaringan dari perusahaan Cina dalam waku dekat. Pemerintah Cina merasa Pemerintah Amerika Serikat telah mendiskriminasi perusahaan Cina.

Kementerian Luar Negeri Cina berharap semua negara akan mematuhi prinsip persaingan yang sehat. Kementerian Luar Negeri Cina berharap semua Negara dapat bersaing dalam bisnis secara sehat.

BACA JUGA:
Pusat Transparansi Keamanan Siber Huawei di Brussels Resmi Beroperasi

Berdasarkan laporan dari Xinhua, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence telah memperingatkan sekutunya untuk menganggap serius ancaman yang ditimbulkan oleh perusahaan Cina seperti Huawei ketika mereka mencari mitra untuk membangun infrastruktur jaringan 5G. Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa sejumlah pejabat AS berpendapat bahwa perusahaan Cina seperti Huawei atau ZTE dapat dipaksa untuk menyerahkan informasi seputar Amerika Seriket kepada intelijen Cina seperti yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Intelijen Nasional Cina.

“Ini merupakan sebuah kekeliruan dan kesalahan dalam menafsirkan UU tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang berdasarkan keterangan resmi yang diterima Selular.ID.

UU Intelijen Nasional Cina menetapkan kewajiban organisasi dan warga negara untuk mendukung pekerjaan intelijen nasional dalam peraturan hukum di Cina. Yang dimaksud dalam UU tersebut adalah intelijen negara wajib mematuhi undang-undang, menghormati, melindungi hak asasi manusia serta melindungi hak individu dan organisasi.

BACA JUGA:
Huawei Mate 20 Series Laku 10 Juta Unit

Geng mengatakan bahwa UU Cina lainnya juga memiliki banyak ketentuan untuk melindungi hak dan kepentingan warga dan organisasi, termasuk keamanan data dan privasi. Semua aturan ini juga berlaku untuk sistem kerja intelijen nasional.

“Pemerintah AS harus memahami ini secara komprehensif dan objektif, serta tidak membuat membuat pendapat pribadi secara sepihak. UU tersebut meminta organisasi atau perusahaan Cina bekerjasama dengan intelijen Cina dalam menjaga keamanan nasional dan internasional. Anggota aliansi intelijen Five Eyes yang mencakup AS, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru serta negara-negara Barat seperti Prancis dan Jerman semuanya memiliki persyaratan yang sama, tak hanya Cina saja” tegas Geng.

BACA JUGA:
Huawei Y7 Pro 2019 Versi 4/64 Tiba di Indonesia

Menurut Geng, Pemerintah Cina selalu menuntut perusahaannya melakukan kerja sama ekonomi sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di setiap negara. UU China juga menganut prinsip-prinsip dasar hukum internasional yang menganjurkan untuk saling menghormati kedaulatan, kesetaraan dan saling menguntungkan. Dikatkan Geng, China tidak pernah menuntut institusi atau individu yang melanggar setiap aturan Undang-Undang yang berlaku di China.

“AS dan beberapa sekutunya sengaja menyesatkan publik tentang masalah ini. Mereka menggunakan masalah ini sebagai alasan untuk mencekal perusahaan Cina untuk kepentingan politik. Kami merasa tindakan ini merupakan intimidasi dan tidak adil,” tutup Geng.