Jakarta, Selular.ID – Norwegia memutuskan bergabung dengan negara-negara barat lainnya dalam menyatakan keprihatinan tentang manuver Huawei. Buntutnya, pemerintah mempertimbangkan untuk melarang vendor China itu berpartisipasi dalam penyebaran infrastruktur 5G.

Berbicara kepada Reuters, Menteri Kehakiman Norwegia Tor Mikkel Wara mengatakan, Norwegia berbagi keprihatinan yang sama seperti AS dan Inggris karena itu merupakan spionase dengan negara sebagai aktornya.

Ia mengatakan, isu keamanan merupakan prioritas tinggi. Pihaknya ingin memiliki kejelasan sebelum membangun infrastruktur berikutnya dari jaringan telekomunikasi.

BACA JUGA:
Hong Kong Bakal Lelang Spektrum 5G Pada Pertengahan 2019

Seperti diketahui, Huawei menghadapi pengawasan ketat dari sejumlah negara sepanjang 2018, dengan kekhawatiran terpusat di sekitar apakah peralatannya dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.

Imbasnya, Huawei telah dilarang memasok peralatan untuk membangun jaringan terbaru 5G di AS, Australia dan Selandia Baru. Kebijakan yang sama juga ditempuh operator di Jepang. Mereka akan menghindari keterlibatan vendor yang berbasis di Shenzen itu.

BACA JUGA:
Tancap Gas, Huawei Y9 2019 Resmi di India

Di Eropa, Jerman juga dalam tekanan AS untuk mengikuti kebijakan serupa. Sementara BT Inggris berencana untuk menghapus semua peralatan Huawei dari jaringan inti 4G operator EE dalam waktu dua tahun mendatang.

Huawei saat ini memainkan peran besar di Norwegia, dengan Telenor dan Telia menggunakan peralatan 4G perusahaan. Kedua operator juga tengah menjalankan tes 5G dengan vendor berlogo bunga berwarna merah menyala itu.

BACA JUGA:
Ini Fungsi Tiga Kamera Leica di Huawei Mate 20 Pro

Reuters mengatakan Telenor menandatangani kontrak besar pertamanya dengan Huawei pada 2009, membuka jalan bagi ekspansi global perusahaan China.

Menanggapi komentar Wara, Tore Orderloekken, Cyber Security Officer Huawei Norwegia, menyatakan bahwa peralatannya aman.

“Pelanggan kami di Norwegia memiliki persyaratan keamanan yang kuat. Mereka juga mengelola risiko dalam operasi dengan cara yang baik”, tegas Tore.