Friday, April 26, 2019
Home News Telco Guo Ping : Tanpa Huawei, 5G Seperti NBA Tanpa Pemain Bintang

Guo Ping : Tanpa Huawei, 5G Seperti NBA Tanpa Pemain Bintang

-

Jakarta, Selular.ID – Ketua bergilir Huawei Guo Ping mengakui bahwa 2018 adalah tahun yang sangat penting ditengah seruan sejumlahnegara terhadap isu keamanan yang merugikan perusahaan.

Faktanya kekhawatiran terhadap isu keamanan global yang melanda vendor China, gagal memiliki dampak besar pada kinerja Huawei tahun lalu.

Ditengah gelombang penolakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, raksasa telekomunikasi yang berbasis di Shenzen itu, mampu mengirimkan lebih dari 200 juta smartphone dan menumbuhkan total pendapatan 21 persen menjadi USD 108,5 miliar.

Dalam pesantahun baru kepada segenap karyawan, Guo menegaskan bahwa Huawei “tidak pernah berhenti mendorong kemajuan industri digital”, meskipun ada larangan di sejumlah negara.

Dia menjabarkan prioritas strategis perusahaan dan menekankan tekadnya untuk mengatasi banyak kendala yang dihadapi di seluruh dunia.

“Kami memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam keamanan cyber. Huawei tidak pernah dan tidak akan pernah menghadirkan ancaman keamanan ,” tegasnya.

“Kesulitan dan tekanan hanya akan membuat kita lebih bersatu dan lebih kuat. Saya tidak ragu bahwa kita akan mencapai apa yang telah kita rencanakan. Membawa aspek digital ke setiap orang, rumah, dan organisasi untuk dunia yang sepenuhnya terhubung dan cerdas,” kata Guo.

Alih-alih berkonfrontasi, Guo menambahkan, dalam menghadapi kesulitan, perusahaan akan menggunakan kepastian kepatuhan hukum untuk menghadapi ketidak pastian politik internasional.

Gou tidak menjelaskan bagaimana perusahaan mengharapkan ongkos finansial pada tahun 2019di tengah meningkatnya ketegangan antara Huawei dan pasar tertentu (termasuk Australia, Jepang, Selandia Baru dan AS).

Tetapi jelas bahwa dalam dua belas bulan terakhir, pertumbuhan Huawei justru semakin mengesankan. Total pendapatan meningkat hingga 21 persen di 2018 naik dari 15persen dibandingkan 2017. Perusahaan juga sukses membukukan 200 juta pengiriman smartphone naik dari 153 juta unit setahun lalu.

Prestasi yang tak kalah fenomenal adalah, perusahaan sejauh ini telah menandatangani 26 kontrak 5G komersial dengan operator selular dari berbagai negara.

Mengenai larangan jaringan 5G, ia berpendapat pasar yang memilih untuk tidak bekerja dengan Huawei akan menjadi seperti pertandingan NBA tanpa pemain bintang.

“Permainan akan berjalan, tetapi dengan sedikit kemahiran, bakat dan keahlian,”pungkasnya.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest