Jakarta, Selular.ID Regulator transportasi Filipina telah menolak aplikasi ride-hailing Gojek Indonesia di Negara mereka. Ini dikarenakan kepemilikan asing seperti dikatakan seorang pejabat pemerintah Filipina.

Dalam proposal yang diajukan, Gojek ingin masuk ekspansi ke pasar Filipina, melalui anak usaha Gojek yakni Velox Technology Philippines. Velox Technology Philippines sendiri merupakan perusahaan jaringan transportasi lokal yang dimiliki oleh asing.

Dilansir dari Reuters, Dewan Waralaba Transportasi dan Regulasi (The Land Transportation Franchising and Regulatory Board/LTFRB) membantah petisi anak perusahaan Gojek untuk menjadi layanan ride-hailing terbaru di negara Asia Tenggara, ujar Ketua Regulator, Martin Delgra kepada Reuters. LTFRB menyatakan bahwa penolakan itu berdasarkan peraturan konstitusi Filipina.  

BACA JUGA:
XL Axiata Tawarkan Paket Spesial Bagi Pengemudi Gojek

Velox Technology Philippines Inc, unit usaha Gojek dinilai Delgra tidak memenuhi persyaratan kewarganegaraan dan aplikasi tidak diverifikasi sesuai dengan aturan Pemerintah Filipina. Dalam peraturan tersebut tercantum bahwa hanya warga negara Filipina atau perusahaan dengan 60 persen kepemilikan lokal yang bisa mengoperasikan utilitas publik.

Gojek sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait penolakan layanannya di Filipina. Redaksi Selular.ID juga telah meminta tanggapan terkait penolakan tersebut kepada Gojek Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan, Gojek belum memberikan pernyataan resminya.

BACA JUGA:
Top 5 Mobile Payment di Indonesia 2018

Penolakan Gojek ini bukan kali pertama di Filipina. Sebelumnya, Gojek sudah ditolak di Malaysia. Layanan Goride milik Gojek dicekal di Malaysia beberapa waktu lalu. Pemerintah Malaysia menolak Gojek di Negara nya karena layanan transportasi Gojek berbasis roda dua tersebut dianggap membahayakan. Tingginya angka kecelakaan motor di Malaysia menjadi alasan utama penolakan Gojek di Malaysia.

BACA JUGA:
70 Persen Donatur Palu di Kitabisa.com Gunakan Go-Pay

Lalu kenapa hanya Gojek saja yang ditolak ? Padahal Grab sudah lebih dulu menghadirkan layanan transportasi menggunakan motor. Apakah penolakan ini karena persaingan bisnis juga ?

Di negara lain, ekspansi Gojek berjalan mulus. Saat ini Gojek telah melakukan ekspansi di beberapa Negara di Asia Tenggara termasuk Vietnam, Thailand dan Singapura. Sayangnya, Filipina dan Malaysia gagal jadi target ekspansi Gojek berikutnya.