tim-cook

Jakarta, Selular.ID – Keuntungan tinggi yang diraih Apple sepanjang 2018, mengerek pendapatan para bosnya. Terutama sang CEO Tim Cook.

Tak tanggung-tanggung, suksesor Steve Jobs itu, diketahui mendapatkan paket kompensasi USD 15,7 juta, termasuk USD 12 juta bonus, yang berarti hampir USD 33.000 sehari.

Paket itu termasuk gaji pokok senilai USD 3 juta, insentif USD 12 juta yang diberikan untuk kinerja dan USD 682.000 sebagai “Kompensasi Lainnya” (seperti layanan keamanan pribadi dan penggunaan pesawat pribadi).

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California itu, menyampaikan hal tersebut tersebut pada Selasa malam (8/1/2019) dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) (8/1/2019), menyangkut tahun fiskal yang berakhir pada 30 September.

BACA JUGA:
Apple Turunkan Target Penjualan di Q1 2019

Menurut laporan tersebut, ada kenaikan gaji yang rendah dalam gaji Cook karena Apple menjadi perusahaan Amerika pertama yang mencapai angka USD 1 triliun tahun lalu, sebelum kehilangan kapitalisasi pasar yang besar, karena prediksi penjualan iPhone yang buruk di bagian akhir tahun ini.

Bonus sebesar USD 12 juta untuk Cook dikaitkan dengan target pendapatan dan pendapatan operasional. Keduanya naik sebesar 16 persen dari 2017.

Diketahui, gaji terdaftar Cook tidak termasuk penghargaan saham yang ia terima pada 2018 dan mendapatkan tambahan USD 121 juta.

“Di masa depan, Cook akan menerima saham senilai lebih dari USD 189 juta sebagai share vest atau saham kepemilikan langsung,” Mac Rumor melaporkan.

BACA JUGA:
Bukan Apple, Ini Perusahaan Teknologi Paling Bernilai di Dunia 2018

Selain Cook yang makin tajir melintir, Chief Financial Officer Apple (CFO) Luca Maestri, Chief Operating Officer (COO) Jeff Williams dan Senior Vice President (SVP) Ritel Angela Ahrendts, masing-masing mengumpulkan paket kompensasi lebih dari USD 26,5 juta untuk 2018.

Sepanjang 2018, Apple sesungguhnya tidak menjual lebih banyak smartphone dibanding para pesaingnya. Alhasil, posisi Apple sebagai produsen ponsel kedua dunia dikudeta oleh Huawei.

Menurut data yang dikeluarkan Statista, pada kuartal 1-2018, Apple menjual 77,3 juta unit iPhone. Lalu, penjualan melorot menjadi 52,2 juta unit di kuartal 2-2018.

Tak berhenti di situ, di kuartal 3-2018, iPhone melorot lagi hingga 41,3 juta unit. Di kuartal 4-2018, penjualan iPhone sedikit naik menjadi 46,8 juta unit.

BACA JUGA:
Apple Lakukan Update Pada FaceTime Untuk Support Audio dan Video

Meskipun kurang beruntung dari sisi penjualan, dalam laporan Wall Street Journal, perusahaan berlogo apel tergigit itu memperoleh pendapatan yang sangat baik.

Hasil fiskal terakhir tahun 2018, Apple memperoleh pendapatan sebesar USD 62,9 miliar dengan untung bersih senilai USD 14,1 miliar, atau meningkat sekitar 20 persen dibandingkan kuartal yang sama setahun sebelumnya.

Menurut laporan itu, salah satu kunci Apple tetap untung meski penjualan cenderung menurun ialah strategi mereka menaikkan harga iPhone.

So, dengan keuntungan yang berlipat-lipat itu, wajar jika pundi-pundi para bos Apple makin tebal di akhir tahun lalu.