Jakarta, Selular.ID – Vivo kian agresif dalam memasarkan produknya di India, hal ini dapat terlihat dari nilai investasi yang dikucurkan di India dalam empat tahun kedepan.

Seperti dilaporkan GSM Arena, Vivo mengumumkan akan menanam investasi senilai 560 juta dollar AS (sekitar Rp 8 triliun).

Nilai investasi tersebut dilaporkan untuk membuat pabrik smartphone baru di Negara Bagian Uttar Pradesh yakni, wilayah Yamuna Expressway,  Di Negara Bagian Uttar Pradesh sendiri, investasi ini adalah kedua yang terbesar.

BACA JUGA:
Apple Mulai Rakit iPhone Premium di India

Vivo telah membeli lahan seluas 169 hektar untuk digunakan membangun pabrik baru

Bangunan pabrik baru ini berupa perluasan pabrik ponsel Vivo yang sudah ada dengan luas 50 hektar. Di dekat pabrik lama itu.

Untuk tahap awal sebanyak 5.000 orang tenaga kerja diperkirakan akan diserap oleh pabrik baru Vivo.

Pabrik di Yamuna Expressway tersebut bakal menjadi salah satu dari empat pabrik global milik Vivo. Dengan adanya pabrik baru, Vivo berharap bisa meningkatkan produksi smartphone menjadi 50 juta unit per tahun.

BACA JUGA:
Vivo Y95 Mulai Edar di Indonesia

Saat ini, distribusi Vivo di India menjangkau 539 kota di 27 Negara Bagian dan 5 wilayah perserikatan dengan lebih dari 550 pusat layanan cervice center.

Dikatakan pihak Vivo, India adalah pasar kunci Vivo, dan Vivo menegaskan kembali komitmen tersebut dengan memasuki fase lanjutan pertumbuhan di India.

Diketahui pertumbuhan pangsa pasar diluar China menjadi basis Vivo. Sebab, pada 2018 pasar smartphone China disebutkan Counterpoint Research telah mengalami peningkatan.

BACA JUGA:
Vivo V11 Pro Warna Merah Tampil Elegan

Selain itu, CounterPoint juga menyebut bahwa negara berkembang seperti India, Afrika Selatan, Indonesia, Nigeria, dan Kenya akan jadi negara tujuan yang menarik bagi para pemanufaktur ponsel ini untuk melakukan ekspansi pasar.